Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^

Kulon Progo One Day Trip

Masih dalam rangkaian liburan lebaran di kampung halaman. Saat ini beberapa obyek wisata di Kulon Progo sudah mulai HITS, dan rupanya teman-teman yang berasal dari luar daerah sudah banyak yang berkunjung ke obyek wisata tersebut, maka ga afdol rasanya kalau saya yang lahir dan besar di Kulon Progo malah belum pernah mendatangi obyek wisata tersebut. Apa kata dunia??? :D

Berhubung rute ke obyek wisata tersebut lumayan jauh dan berada di daerah pebukitan serta tidak ada yang mengantar saya untuk pergi ke tempat tersebut jadilah saya memilih untuk membeli paket one day trip dari Kulon Progo Yuk. Koq bisa saya dapat info paket one day tripnya? Jadi gini, saya berkenalan dengan Mas Andry Berlianto di forum.jalan2.com dan ngeLIKE fanpage Kulon Progo Yuk, rupanya beliau ini menyediakan paket one day trip Kulon Progo, sebelumnya saya pernah komen di fanpage Kulon Progo Yuk, untuk bertanya apakah bisa penjemputan di rumah, karena di rumah tidak ada yang bisa mengantar saya menuju meeting pointnya, eh ternyata bisa lho...aseeeek. Oh ya, rumah saya sekitar 4 km dari meeting point ODT yang biasanya di seputaran Alun-alun Wates atau Stasiun Wates.

Jika ingin ikut paket tour ke berbagai obyek wisata di Kulonprogo, silahkan hubungi langsung ke Kulonprogo Yuk 

Satu hari sebelumnya, saat saya sedang jalan-jalan ke De Arca dan De Mata, saya whatsapp ke Mas Andri, tanya apakah bisa ikut one day trip kulon progo untuk besok paginya. Rupanya setelah mas Andri koordinasi dengan teamnya ternyata bisa dijemput jam 8 pagi....yeayyy...jadi juga saya jalan-jalan di obyek wisata yang lagi ngeHITS di Kulon Progo. Apa sih destinasi wisata dalam one day trip Kulon Progo Yuk ini?

Destinasi one day trip Kulon Progo Yuk meliputi:
- Waduk Sermo,
- Kalibiru,
- Gunung Gajah,
- Air terjun Kembang Soka,
- Taman Sungai Mudal.

Harga paket tournya 200ribu per orang, meliputi transportasi dengan motor, tiket masuk obyek wisata dan parkir.

Jam delapan pagi saya sudah dijemput oleh mas Tosa dan mas Mudi sebagai driver of the day, oh ya saya beli paket tour berdua dengan adik saya.

Waduk Sermo
Walaupun melawati jalanan mendaki dan berliku dengan kondisi jalan pun lumayan bagus sekitar jam 8.20 saya sudah sampai di waduk Sermo, langsung dech begitu turun dari motor langsung foto-foto.






Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk di daerah Yogyakarta. Waduk ini dibuat dengan membendung kali Ngrancah dengan biaya pembangunan sekitar 22milliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996) dan diresmikan oleh Presiden Suharto pada tanggal 20 November 1996. Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulon Progo melakukan transmigrasi  massal alias "Bedol Desa". Sebanyak 100 Kepala Keluarga ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu, dan 7 Kepala Keluarga ke Perkebunan Inti Rakyat Riau. Tujuan pembangunan waduk ini adalan untuk menyulai air sistem irigasi daerah Kalibawang yang memiliki cakupan areal seluas 7.152 hektar.



Waduk Sermo ini terdiri dari dari bendungan utama yang merupakan tipe urugan batu berzona dengan inti kedap air. Puncak bendungan memiliki elevasi +141,60 meter dengan panjang 190.00 meter, lebar 8,00 meter, tinggi max 58,60 Meter dan volume urugan 568,000 meter. Coffer dam dengan tipe urugan batu dan selimut kedap air yang memiliki elevasi mercu >105,00 meter. Bangunan pelimpah dengan tipe “ogee” tanpa pintu yang memiliki lebar pelimpah 26 meter, elevasi mercu 136,60 meter, peredam energi bak lontar dan lantai peredam energi. Bangunan terowongan dengan bentuk tapal kuda dengan diameter 4,2 meter yang memiliki kapasitas 179,50 meter kubik per detik, elevasi inlet 89,00 meter dan elevasi outlet 84,00 meter.


Selama ini waduk Sermo dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan air irigasi untuk mengairi sawah di daerah Wates dan sekitarnya. Terkadang waduk ini dipakai untuk lomba dayung, pelatihan Akademi Angkatan Udara, dan sering juga dijadikan obyek diskusi akadmika tentang evaluasi geologi teknik dan kerentanan tanah di sekitar waduk (terutama pada sandaran dinding bendungan sebelah barat/kanan). 



Kalibiru
Selesai berfoto-foto di Waduk Sermo, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Wisata Kalibiru. Sekitar jam sembilan saya sudah sampai di lokasi Kalibiru. Desa wisata Kalibiru terletak di pebukitan Menoreh  dengan ketingginan 450mdpl, tepatnya di Kalibiru, Hargowilis, Kokap, kabupaten Kulon Progo.



Kalibiru merupakan salah satu wisata alam yang dikelola oleh penduduk sekitar, dengan fasilitas yang cukup baik, seperti: rumah makan,  aneka kedai makanan, mushola, toilet, aula, penginapan yang berbentuk cottage,  gardu pandang, area outbond flying fox dan high rope game, serta tempat parkir.







Primadona di Desa Wisata Kalibiru ini adalah berfoto dari atas pohon pandang. Dalam hati sedikit ragu juga sih, sebab saya takut ketinggian juga, tapi kan sayang juga kalo sudah jauh-jauh kesini ga nyobain naik pohon pandang. Biar bisa pajang foto kayak orang-orang dech. hihihi..



Karena antusiasme pengunjung sangat banyak, antrian sampai panjang lho, saya yang datang jam 9an dapat tiket nomer 798 sementara pengunjung yang naik pohon baru sampai nomer 754. Waduuuh...galau juga antara mau cancel ato nunggu, tapi sayang juga sih kalo mau dicancel, sudah jauh-jauh datang kesini kalo ga nyobain berfoto di atas pohon pandang.  

Sambil menunggu giliran, saya jalan-jalan dulu sambil berfoto di spot lainnya. Oh ya, disini terdapat beberapa pohon pandang tapi yang paling ramai adalah spot foto nomer 1 ini.




Rupanya sampai jam 12.30 belum juga sampai gilirian saya, akhirnya saya memutuskan untuk makan siang di warung makan yang tak jauh dari spot foto 1. Saya memesan soto ayam dan nasi setengah porsi, seharga 6ribu rupiah saja. Lumayan murah lah ya...

Setelah selesai makan sekitar jam 1.15 saya kembali lagi ke lokasi antrian dan ternyata sudah sampai urutan 795. Akhirnyaa...setelah penantian hampir 4 jam untuk naik pohon pandang, datang juga giliran saya untuk naik pohon. Sambil menunggu pengunjung antrian 797 turun, saya dibantu oleh petugas untuk memakai tali pengaman. Begitu pengunjung nomer 797 turun saya langsung deh naik ke pohon pandang dengan tangga, dan berfoto-foto dech. 






Dari atas pohon pandang ini kita bisa melihat waduk Sermo, pantai selatan dan pebukitan Menoreh. Akan lebih bagus jika cuaca cerah, sayangnya saat itu cuaca agak mendung, jadi tampilan di foto kurang jelas. hiks.

Berhubung saya merasakan deritanya menunggu yang panjaaaang dan lamaaa....saya hanya ambil sedikit pose foto. Ternyata fotografer ambil 5 foto saja. Oh ya, disini ada jasa fotonya dan kalau teman-teman ingin minta soft copynya teman-teman bisa membayar 5ribu/lembar.

Selesai minta soft copy foto saya langsung menuju mushola untuk sholat dhuhur, lalu kembali ke tempat parkir untuk melanjutkan perjalanan ke obyek wisata berikutnya. Aduuh, kasian banget mas-mas drivernya nungguin saya sampe 4jam lebih, beruntung mas-masnya sabar menunggu euy.

Keluar dari desa wisata Kalibiru, rupanya kendaraan pengunjung sudah mengular sampai ke jalan, jadi begitu ada kendaraan mau masuk ke lokasi wisata kita pun harus rela antri bergantian.


Gunung Gajah
Gunung Gajah berada di ketinggian sekitar 810mdpl, dari desa wisata Kalibiru untuk mencapai lokasi ini kondisi jalan kurang baik, banyak batu-batu yang sudah terlepas dari aspalnya jadi harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Ada juga bagian jalan yang sudah dibeton tapi masih selang-seling dengan jalan yang rusak. 

Akhirnya, sampailah kami Gunung Gajah. Gunung Gajah ini berada di Dusun Teganing 2, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.  Tempat ini semacam Punclutnya Bandung, berada di tepi jalan, kalau teman2 malas (seperti saya) untuk naik ke puncak bukitnya teman2 tetep bisa melihat pemandangan dari tepi jalan tapi sedikit tertutup rimbunan pepohonan. Dari sini kita bisa melihat pemandangan waduk Sermo, kota Wates, pebukitan menoreh, bahkan ombak pantai selatan pun bisa terlihat dari sini bila cuaca cerah. 


Kalau teman-teman cukup fit, bisa juga naik ke gardu pandang di bagian atas bukit. Berhubung medannya agak licin dan mendaki curam, jadilah saya hanya naik di gardu pandang bagian bawah, itupun jalannya merambat pengangan pagar bambu.


Oh ya, tak jauh dari tempat parkir juga ada pohon pandang lho, keliatannya antriannya ga sebanyak di desa wisata Kalibiru. hihihi...


Air Terjun Kembang Soka
Dari Gunung Gajah saya melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Air Terjun Kembang Soka. Terletak di Dusun Gunung Kelir, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Untuk menuju lokasi air terjun, motor dari jalan besar, kita bisa masuk dari jalan kecil yang berada di samping rumah penduduk, lalu sampailah di tempat parkir pengelola dekat loket masuk lokasi. Tapi ada juga sih gerbang pintu masuk menuju lokasi. 



Naah, perjalanan dimulai...kita harus tracking menuruni jalan setapak diantara rimbunnya kebun kakao. Sepanjang jalan setapak juga terdapat beberapa gazebo, warung dan kursi bambu untuk beristirahat.





Nama air terjun Kembang Soka dipilih oleh warga sekitar karena air terjun ini bersumber dari mata air yang disekitarnya terdapat banyak tumbuh pohon kembang (bunga) soka. 

Walaupun kami datang di saat musim kemarau, sehingga debit airnya kecil, tapi tetap tampak kecantikan dan keunikan air terjun Kembang Soka ini. Air terjun ini memiliki dua warna yaitu putih dan toska. Bebatuan di sekitar air terjun ini juga memiliki dua warna yang berbeda, bebatuan di dasar sungai berwarna kuning sedangkan bebatuan di tebing  bukit ada yang berwarna merah bata.






 
Setelah cukup berfoto di lokasi air terjun, saya berjalan menuju jalur keluar air terjun ini, nah kali ini tracking mendaki yang membuat saya cukup ngos-ngosan...hihihi.. 

Dalam perjalanan menuju jalur keluar lokasi air terjun kita akan melewati dua mata air, yaitu Tuk Jaran Sumber Rejeki (mata air kuda sumber rejeki) dan Kembang Soka Toyo Tombo (Bunga Soka Air Obat).



Selesai menikmati keindahan air terjun Kembang Soka, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir yaitu Taman Sungai Mudal.


Taman Sungai Mudal
Lokasinya tak jauh dari air terjun Kembang Soka, mungkin sekitar 5menit berkendara. Berada di pinggir jalan sehingga kita tak perlu tracking lama untuk mencapai air terjunnya maupun tamannya. 



Taman Sungai Mudal ini memiliki spot foto yang bervariasi, mulai dari jembatan bambu yang dilengkapi gazebo di atasnya, taman bunga, air terjun mini yang jumlahnya lumayan banyak, kolam mandi dengan berbagai tingkat kedalaman dan goa mini. 









Air Sungai Mudal ini memiliki mata air di goa bawah tanah dari tebing bukit ini, tanpa diketahui berapa panjang goa bawah tanah ini. Mata air ini juga dimanfaatkan untuk sumber air untuk warga sekitar dengan disalurkan ke bak penampungan terlebih dahulu, baru kemudian dialirkan. 




Setelah cukup puas berfoto ria kami mulai beranjak dari Taman Sungai Mudal sekitar jam 16.15 untuk segera kembali ke Wates. Dalam perjalanan dari Taman Sungai Mudal kami melewati air terjun Kedung Pedut, nampaknya lumayan ramai pengunjung, tampak dari deretan motor yang parkir tak jauh dari jalan. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan rimbunnya tanaman kakao, sungai yang panjang mengular sampai ke daerah Clereng. Lalu kami sempat photo stop di persawahan dengan padi yang sedang menguning di daerah Clereng. 


Sekitar jam 17.10 sampailah saya di rumah dengan selamat, dan ternyata mas Mudi kasih oleh-oleh khas daerah wisata alam Kembang Soka yaitu keripik pisang rasa jagung manis dan gula kristal rasa kunyit.


Terima kasih kepada team Kulon Progo Yuk yang sudah mengantarkan saya berwisata hari ini. 

Salam Amazing Holiday...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar