Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan

Explore Sumatera Barat Day 4

Hai...haiiii....

Aduuh, maaf ya..tulisan lanjutan dari Explore Sumatera agak terlambat nich.

Oh ya, mau ucapin Selamat Berpuasa bagi traveler muslim di seluruh penjuru dunia. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Ok, mari kita lanjutkan cerita Gathering Nasional Jalan2com di Sumatera Barat.

Hari keempat di Bukit Tinggi, adalah hari terakhir kami di Padang. Jam 6 pagi saya dan room mate sudah siap untuk sarapan, segera kami turun ke lobby Hello Guest House, dan ternyata hari ini menunya lontong sayur...aseeeek...dah lama nich ga makan lontong sayur. Enyak...enyaaaakk...

Saat saya sarapan beberapa teman lain sudah siap untuk check out dan bahkan ada yang asyik berfoto-foto dan berbelanja. Rupanya di depan guest house ada pedagang mukena dan kerudung. Otomatis dech dikeroyokin sama cewek-cewek yang memang doyan belanja.

Itinerary hari ini adalah sbb:
 
02 Juni 2015
06.00  : Sarapan di Penginapan
07.00  : Benteng Fort De Kock + Kebun Binatang
08.00  : Mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta
09.00  : Perjalanan ke Istana Pagaruyung Batusangkar
11.30  : Ke Danau Singkarak (ISHOMA)
13.30  : Ke Jembatan Siti Nurbaya + Christine Hakim, Kampung Cina Pondok, 
18.00  : Menuju Bandara Padang

Sekitar jam 7 pagi, kami semua loading barang bawaan ke bus yang sudah datang di depan guest house. Setelah itu kami berjalan kaki melewati gang yang tak jauh dari guest house untuk menuju Fort de Kock. Oh ya, benteng Fort de Kock ini jadi satu dengan kebun binatang lho. Ketika kami sampai ternyata suasana masih sepii...jadi lebih leluasa untuk berfoto di spot-spot menarik di kawasan ini. 




Dari benteng Fort de Kock kami berjalan kaki menuju area Jam Gadang, untuk menunggu bus selanjutnya menuju Rumah Kelahiran Bung Hatta. Dalam perjalanan ini saya melewati Masjid Raya Bukit Tinggi, tentu tak mau melewatkan kesempatan untuk berfoto sementara jalanan juga masih sepi.  



Sebagian peserta sudah berkumpul di area Jam Gadang, sambil menunggu teman-teman yang lain kita foto-foto dulu yuuk. Oh ya di depan Jam Gadang ini terdapat Istana Bung Hatta. Sayang kami tak sempat untuk mengunjungi tempat ini. Mungkin lain kali kalau datang ke Bukit Tinggi bisa masuk ke Istana ini. 




Akhirnya bus datang, dan segera bus berjalan menuju rumah kelahiran Bung Hatta. Rumah kelahiran Bung Hatta terletak pas di tepi jalan Proklamasi no. 37,  jadi gampang diakses. Semua peserta langsung turun dan berkeliling melihat seluruh bagian rumah kelahiran Bung Hatta. Rumah terdiri dari beberapa bangunan yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Bangunan utama berupa rumah kayu dua lantai dengan aneka koleksi barang dan foto-foto Bung Hatta dan keluarganya.




Setelah selesai melihat-lihat rumah kelahiran Bung Hatta, kami bergerak menuju Istana Pagaruyung.  Perjalanan menjuju Istana Pagaruyung memakan waktu sekitar 1,5jam. Harga tiket masuk 7ribu rupiah. Cuaca sudah mulai panas dan terik, jadi saya hanya melihat-lihat di bangunan utama Istana Pagaruyung. Beberapa teman yang lain ada yang berfoto dengan baju adat Minang. Harga 35ribu.




Sekitar dua jam disini rasanya masih belum cukup, tapi kami masih mempunyai beberapa destinasi berikutnya jadi segera jam 11 kami bergerak menuju Danau Singkarak. Setelah melalui perjalanan sekitar 1,5jam akhirnya sampailah kami di Danau Singkarak, bus berhenti di depan rumah makan (tapi menunya terbatas, ga jual nasi campur...cuma nasi goreng, pop mie, snack dan minuman botol).
Beberapa teman memilih duduk-duduk di kursi lesehan yang berada di bawah pohon, sambil ngadem.
Saya dan beberapa teman lain menyewa perahu untuk berkeliling danau, harga 300ribu.Rupanya keramaian berada di sisi lain danau ini, tampak beberapa pengunjung main-main air di tepi danau. 





Sekitar 20 menit kapal berkeliling danau (ga sampai pinggir banget sich), akhirnya perahu merapat dan segera saya sholat dhuhur, baru setelah sholat bingung mau makan apa, kalo mau makan nasi goreng sepertinya lama nunggunya, jadi saya putuskan untuk makan pop mie aja dech. Rupanya beberapa teman lain ada yang memesan nasi padang. 

Selesai makan dan sholat kami segera masuk bus untuk segera melanjutkan perjalanan, sekitar 5 menit berjalan tiba-tiba bus putar balik dan ternyata kembali ke tempat yang tadi...saya bingung ada apa yaaa...oalaaah rupanya ada peserta yang jaketnya tertinggal di tempat makan. Setelah ambil jaket, segera bus melanjutkan perjalanan menuju Padang. 

Perjalanan lumayan lamaa....sekitar 3 jam. Lumayan capek juga duduk di dalam bus. Sebelum masuk kota Padang, bus menuju Bandara untuk mengantarkan beberapa teman yang ambil flight jam16.40, jadi mereka ga ikutan rute ke Jembatan Siti Nurbaya dan kampung cina pondok.  Setelah menurunkan teman-teman di Bandara, bus lanjut menuju ke Jembatan Siti Nurbaya, dengan singgah dulu di toko oleh-oleh Christine Hakim yang berada di ujung jembatan Siti Nurbaya. Berhubung saya sudah belanja oleh-oleh di hari pertama, jadi saya ga ikutan masuk. Sambil menunggu teman-teman lain berbelanja, saya beli sate padang di gerobak yang kebetulan mangkal tak jauh dari toko oleh-oleh. Maklum tadi kan cuma makan pop mie jadi laper lagi deh. Selesai makan rupanya teman-teman masih belum selesai berbelanja oleh-oleh, saya dan teman-teman memilih untuk segera berfoto-foto di jembatan Siti Nurbaya.  





Setelah berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Cina Pondok, turun dari bus kami segera menuju ke kelenteng See Hin Kiong, disini kami berfoto-foto di halaman kelentengnya. Nah, ketika kami asyik berfoto-foto mulai dech gerimis turun, segera kami berlarian untuk cari tempat meneduh, akhirnya kami memilih untuk neduh sambil minum kopmil om ping, kopmil (kopi milo es, saya memilih penyajian dengan plastik, keliatannya isinya lebih banyak lho). Selesai minum kopmil kami segera kembali ke bus untuk segera melanjutkan ke Bandara. Oh ya disini kita berpisah dengan Vitri, teman sekaligus guide kami dari Padang. 




Perjalanan bus lanjut ke bandara, daan ternyata sepanjang jalan hujan deras, tampak beberapa jalan tergenang. Begitu kami sampai di bandara ternyata penerbangan Lion Air delay....ya sudahlah...
Sambil menunggu sebelum boarding saya sempatkan untuk makan malam, berhubung sudah malam beberapa resto di lantai 2 bandara sudah tidak menyediakan menu nasi. Jadilah saya turun ke lantai 1 untuk makan, dan saya memilih makan soto ayam. Dan ternyata rasanya....hmmmm....biasa aja, sotonya gak coklat gitu semacam ada kluweknya gitu, isiannya ayam suwir, soun, kol, dan tomat.

Selesai makan saya segera naik ke lantai dua dan masuk ke boarding room. Menunggu sampai penerbangan diberangkatkan sekitar jam 23.30, berhubung pesawat delay jadi pihak Lion Air membagikan snack berupa spongecake dan minuman kotak. 

Akhirnya pesawat diberangkatkan dan begitu kami tiba di Jakarta dapat info ternyata teman-teman yang berangkat citilink bilang kalau cuaca kurang baik jadi mereka tidak bisa mendarat di Jakarta, jadi pesawat terbang ke Surabaya baru kemudian kembali lagi ke Jakarta. Sedangkan untuk pesawat Lion Air jadwal keberangkatan jam 20, mereka harus berputar diatas bandara Jakarta sekitar 45menit. 

Demikian cerita Explore Sumatera Barat dalam Gathering Nasional Jalan2com, senang akhirnya saya bisa ikutan acara gathering nasional, seruuu...bisa ketemu teman-teman baru, dan perjalanan yang berkesan. 




Explore Sumatera Barat Day 3

Holaa....
Masih simak rangkaian tulisan saya tentang explore Sumatera Barat kan?

Yuk ah, mulai disimak yaa...

Hari ke -3 di Sumatera Barat, masih dalam rangkaian Gathering Nasional Komunitas Jalan2.com hari kedua.

Itinerary untuk tanggal 1 Juni 2015:

07.00  :  sarapan
08.00  :  berangkat menuju Payakumbuh
10.00  :  Lembah Harau
12.00  :  Ishoma di sekitar Lembah Harau
13.00  :  Tiba di kelok 9
14.00  :  berangkat menuju Puncak Lawang
17.00  :  menuju Bukit Tinggi, Jam Gadang, Shopping, Makan malam
20.00  :  kembali ke penginapan

Sarapan pagi ini menunya nasi goreng telur, setelah selesai sarapan siap untuk berangkat memulai tour hari ini dengan tujuan pertama ke daerah Payahkumbuh yaitu Lembah Harau. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Memasuki kawasan Lembah Harau, kita semua langsung takjub dengan keindahaan tempat ini, dimana bukit krast mengelilingi lembah dan di sebelah kiri tampak air terjun menjuntai dari atas bukit. Bus berhenti di sisi jalan yang nyaman untuk parkir bus dan semua penumpang langsung bergegas turun untuk dapat segera mengabadikan keindahan lokasi ini dalam jepretan kamera. 

Yak, sesi foto-foto di mulai....



Oh ya, sayangnya kami naik bus besar jadi kami ga bisa berhenti di titik ECHO Lembah Harau, padahal pengen juga sih nyobain dengar gaungan teriakan kami dari titik ECHO ini hihihi...

Sepanjang perjalanan, saya sempat memotret beberapa pemandangan di sekitar lembah Harau dari dalam bus seperti di bawah ini:




Sudah puas acara foto-foto bus kami bergerak menuju air terjun Lembah Harau, air terjun ini berada di tepi jalan, jadi gampang banget untuk berfoto-foto di pinggirannya...





Disisi jalan juga terdapat warung-warung yang jual makanan minuman, disini teman-teman sibuk nyobain kerupuk opak yang dilengkapi dengan mie basah dan sambal sate...lumayan enak lho rasanya..berhubung kerupuk opaknya lebar banget jadi satu kerupuk bisa dimakan rame rame.



Semua sudah selesai foto-foto dan makan kerupuk opak lalu kami melanjutkan ke destinasi berikutnya, tak jauh dari lokasi air terjun ini terdapat tiga air terjun (aah lupa ga fotoin nama2 air terjunnya). Air terjun disini beda suasananya dengan air terjun yang sebelumnya sudah kita kunjungi. Ini semacam air terjun tersembunyi dan private...suasananya masih sepii...mungkin karena memang bukan musim liburan jadi tempat ini berasa milik sendiri dech. 

Kami satu rombongan langsung menuju air terjun yang paling besar, yaitu air terjun Boenta, berhubung pengungjungnya ga ramai, kai langsung menguasai air terjun ini dech, masing-masing cari posisi untuk berfoto. Berhubung debit air sedang kecil dan kolam airnya tidak terlalu dalam, maka kami pun nyemplung juga ke kolam sambil berfoto-foto. 



Walaupun tempatnya kecil, di sekitar air terjun ini juga terdapat beberapa toko bunga, souvenier dan makanan kecil lho. 


Selesai berfoto-foto kami segera naik bus untuk kembali melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu kelok 9. Sekitar jam 11.30 kami berhenti untuk makan siang, bus parkir di depan Restoran Terang Bulan. Wah rupanya bagus banget pemandangan dari resto ini. Di belakang resto tampak bukit dengan hamparan hutan pinus dengan dua unit bangunan kayu semacam resort gitu. 




Selesai ishoma, kami lanjut menuju kelok 9, perkiraan waktu sekitar 1 jam tapi ternyata tak sampai satu jam kami sudah sampai di kelok 9. Yah namanya juga kelok 9, pasti jalannya berkelok-kelok lah ya...jadi bagi yang mabuk kendaraan siapin plastik yaa... hehehe... Kami berhenti di puncak kelok 9 dan berfoto dari belakang tenda warung yang berada di tepi jalan, tapi harus extra hati-hati karena tebing di belakang warung ini tanpa pembatas, jangan sampe keasyikan selfie nanti kepeleset jatuh ke pinggir tebing...lumayan tinggi lho tebingnya.




Sudah cukup untuk sesi foto-fotonya, lalu kami lanjut lagi ke destinasi berikutnya dengan terlebih dahulu kami mampir di kedai serba jagung manis F1AINA, di kedai ini semua bahan makanan serba jagung mulai dari jagung rebus, jus jagung, sup jagung, bakwan jagung, peyek jagung, keripik jagung, dll. Kalo saya sich membeli 4pcs tahu isi jagung harga 2,500/pcs dan 2 bungkus marning harga 15ribu/bungkus . Marning apaan sih? Kalo orang jawa pasti tau nich, jagung kering yang direbus sampai mekar lalu dijemur sampai kering lagi, baru kemudian digoreng...ribet amat ya pengolahannya. 


Selesai makan dan berbelanja kita melanjutkan perjalanan menuju kelok 44. Nah, kelok 44 ini saya pernah baca dan dengar beritanya, katanya keloknya dahsyat sampe berbentuk seperti letter U gitu. Dan memang begitu sampai lokasi...wow...jalanannya kecil, berkelok-kelok tajam dan kalau kita berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu harus berhenti untuk memberi jalan. Semakin jauh bus berjalan terasa gerimis mulai turun, dan akhirnyaa breeeesss.....hujaaan sodara...sodara... 

Akhirnya sampailah kami di lokasi Puncak Lawang, dalam kondisi hujan gini kami jadi galau...apalagi pak sopirnya...masak dia bilang mendingan kita balik aja kalo hujan gini. Dalam hati saya bilang whatt?? Sudah jalan jauh-jauh gini mau langsung balik?? Rugiii lah yaw...konyol bangett...



Beberapa penumpang turun dengan membawa payung untuk pergi ke toilet. Hujan pun masih mengguyur belum ada tanda-tanda akan reda. Kami tetap bersabar menunggu hujan reda. Hujan mulai berganti dengan gerimis, dengan berbekal payung beberapa diantara kami mulai turun dari bus dan berjalan perlahan menuju puncak lawang. Dan begitu kami sampai di atas...WOW....takjub kami lihat pemandangan yang terhampar....walaupun Danau Maninjau tampak terselimuti kabut..kami masih bisa melihat hamparan danau yang luas ini. Oh ya, puncak lawang ini biasanya dipakai untuk paragliding/paralayang, selain itu disini juga terdapat beberapa fasilitas outbond, camping ground, dan warun. 


Tak lama kemudian teman-teman lain mulai mengikuti kami naik ke Puncak Lawang ini, jadilah rame-rame kami berfoto dengan latar belakang Danau Maninjau dan Hutan Pinus.







Disini ada kejadian sediih..Kak Lenny tiba-tiba heboh karena kameranya terpencet format, jadi hilang semua foto-foto selama dua hari ini. Untungnya ada suaminya mba Siti Rukoyah dari Bogor yang bersedia membantu untuk menyelamatkan foto-fotonya.

Dan ternyata gerimis mulai turun lagii...sontak kami beramai-ramai segera turun untuk kembali ke bus dech.

Hari mulai gelap, bus bergerak perlahan menuruni Puncak Lawang Danau Maninjau untuk kembali ke Bukit Tinggi. Bus drop kami di Jam Gadang, kali ini kami bertujuan untuk membeli oleh-oleh yaitu keripik balado di pasar atas. Dan ternyata karena kami sampai lokasi jam 18.45 kedai yang jualan oleh-oleh yang kemarin beberapa teman sudah sempat belanja itu sudah tutup. Akhirnya kami berjalan sedikit agak ke dalam pasar, rupanya ada satu kedai yang sedang berkemas mau tutup. Berhubung kami berombongan akhirnya pemilik kedainya rela terlambat tutup kedai, bahkan kedai yang di sebelahnya mulai membuka terpal yang sudah ditutupnya. Jadilah massa terpecah ke dua kedai ini. Berhubung permintaan banyak banget pemilik mulai kerepotan untuk membungkus pesanan oleh-oleh (disini oleh-oleh dijual curah, jadi ya tergantung berapa kg yang ingin kita pesan maka baru dibungkusin). Karena beberapa orang mulai ga sabar nungguin packingnya dan kasian juga penjaga kedainya mulai kerepotan, jadilah kami mulai membungkus sendiri pesanan kami. Saya pun ikut membungkus keripik balado cabe hijau dan cabe merah, masing-masing 2 bungkus. Harga disini juga dijamin lebih murah dari harga toko dengan merk ternama lho. Yaiyalaah...disini kan jualnya curah...tanpa merk. hehehe.... Tapi untuk masalah rasa sich sama enaknya koq.

Selesai beli oleh-oleh, Kak Lenny belanja mukena di salah satu toko Mukena & Songket, nah saat itulah saya pergi untuk membeli mukena parasit yang biasa dipake untuk traveling di kaki lima. Rupanya abangnya nawarin harga 90ribu, saya tawar dari harga 50ribu ga dikasih, dia minta harga 65ribu...ya sudahlah saya bayar dech. Begitu saya balik lagi ke teman-teman yang masih ada di toko mukena, teman saya tanya berapa harga mukena travelnya, saya jawab 65ribu. Rupanya di toko ini juga jual mukena yang sama seperti saya beli. Nah disini Vitri  yang orang padang mulai nawar mukena yang sejenis dengan saya punya, akhirnya deal harga 55ribu. Hiii...dia dapat lebih murah dari saya.:P 


Selesai berbelanja perut mulai lapar, awalnya memang pengen makan bakso ala Padang tapi ternyata yang di pasar Atas sudah tutup, jadilah kami makan di gerobak di pinggiran jam Gadang, dan rupanya rasanyaaa ga enaaak...berhubung lapar aja saya makan dech walopun akhirnya juga ga habis.
Yang lebih nyebelinnya, teman saya pesan sate padang, dan ternyata itu sate ga dibakar ulang, langsung aja dihidangkan...teman saya akhirnya komplen, bang koq satenya ga dibakar lagi, si abangnya jawab "kan tadi sudah dibakar" yaelaaah bang...mana enak sih makan sate dingin.. Teman saya langsung ilfil dech.

Setelah selesai makan, kami jalan kaki menuju penginapan, untuk beristirahat. Sementara teman-teman lain sudah mulai beristirahat, kehebohan masih terjadi di kamar saya. Kami berempat sampe hampir jam 12 masih aja ketawa-ketawa, secara ini malam perpisahan dengan teman-teman yang tentunya akan kembali ke kota masing-masing. Jadi iseng-iseng Vitri rekam video wawancara dari kami berempat. Dan yang bikin kami ketawa terpingkal-pingkal adalah ketika kak Lenny memberi kesan tentang kan Nita sebagai Miss PIL, yang setiap malam dan pagi hobbinya minum aneka pill. Iya kak Nita memang sedang radang tenggorokan, jadi dia minum pill anti biotik, obat radang dan supplemen.

Sekitar jam 12 malam, akhirnya kami mulai tidur, karena besok harus bangun pagi-pagi untuk check out dan melanjutkan perjalan ke kota Padang, untuk kembali ke kota masing-masing. 

Ikuti cerita selanjutnya di tulisan berikutnya yaa....

Explore Sumatera Barat Day 2

Hari kedua di Padang, hari ini adalah dimulainya Gathering Nasional Komunitas Jalan2 Indonesia. Selesai sholat subuh lalu mandi dilanjutkan kemas-kemas barang bawaan. Sekitar jam 6.15 saya siap untuk sarapan di lobby hotel, sementara itu teman di yang di lantai dua ketok-ketok pintu kamar, katanya air di kamarnya mati. Jadilah teman saya numpang mandi di kamar saya. Tapii...tak lama kemudian air di kamar saya pun mati. Aduh...ada ada aja nich...pagi-pagi pompa air hotel rusak. Sampai saya selesai sarapan penghuni hotel pun masih heboh dengan ketiadaan air, tak lama kemudian nampak beberapa staff hotel mengantar air galon ke kamar hotel yang. Tapi tak lama kemudian tamu pun komplain...kami dikasih air galon tapi tak dikasih ember dan gayung..gimana mau mandi coba? hihihi...saya jadi ikutan senyum-senyum dech. Beruntung saya mandi pagi pagi dech. Oh ya, selesai sarapan saya masih sempat jalan-jalan ke Pantai Padang...lumayan bisa fotoin pantai di waktu pagi...



Sekitar jam 7.30 teman-teman baru selesai sarapan dan kami langsung berangkat menuju meeting point di Bandara Minangkabau. Dan ternyata sudah banyak teman-teman yang sudah berkumpul di bus. Setelah semua sudah mendapatkan tempat duduk masing-masing, bus siap berangkat untuk memulai rangkaian gathering nasional.
Itinerary untuk tanggal 31 Mei adalah:

08.30  : berangkat menuju bukit tinggi
09.30  : tiba di air terjun lembah anai
10.30  : perjalanan menuju bukit tinggi (melewati serambi mekah padang panjang)
11.30  : tiba di koto gadang (ishoma )
12.30  : berangkat menuju Great Wall Koto, Lobang Jepang, Ngarai Sianok, Janjang Saribu, Taruko)
18.30  : Tiba di Jam Gadang, makan malam
20.15  : Check in Hello Guest House Bukit Tinggi

Destinasi pertama adalah Air Terjun Lembah Anai, air terjun ini terdapat di pinggir jalan jadi tak heran jika banyak mobil yang parkir di sisi kiri jalan, mampir untuk berfoto-foto. Diseberang jalan juga terdapat rel kereta api yang sepertinya sudah tidak digunakan lagi. Sepertinya bagus kalau ambil foto dari angle ini. Tapi agak malas sih nyebrang jalannya, lumayan rame mobil yang lewat.



Disini kami hanya sekitar 20 menit, selesai berfoto kami melanjutkan perjalanan menuju Koto Gadang. Tak jauh dari air terjun lembah anai ini terdapat wahana permanainan air Mega Mendung, semacam mini waterboom gitu lah, yang menyediakan banyak kolam kecil-kecil gitu...lumayan untuk liburan keluarga yang mempunyai anak-anak kecil.
Perjalanan lumayan panjang tapi tetap enjoy, secara sepanjang perjalanan diputarkan lagu-lagu minang dan saya juga suka memperhatikan apa yang ada di sepanjang jalan, jalan yang mendaki berkelok-kelok melewati kota dan desa, kami juga melewati Pandai Sikek (sempat melihat ada sign board tulisan ini sih), nah ini rupanya daerah yang terkenal dengan kerajinan songketnya itu.  Akhirnya bus masuk ke jalan yang kecil dan setiap berpapasan dengan mobil lain salah satu harus berhenti dulu untuk memberikan jalan.


Sekitar jam 11.30 sampailah kami sebuah pertigaan dengan bangunan Rumah Gadang yang berada di salah satu sisi pertigaan jalan, rupanya ini Balai adat Koto Gadang yang bersebelahan dengan Gedung Wali Nagari Koto Gadang, berhubung kami memakai bus 35 seater jadi  bus tidak bisa masuk sampai lokasi masuk ke Great Wall Koto. Para peserta akhirnya turun untuk makan siang, berhubung ga ada tempat jadi ada teman-teman yang makan di sekitaran rumah adat koto Gadang ini, tapi saya dan beberapa teman memilih untuk numpang makan di kedai kopi yang berada di sebelah rumah adat Koto Gadang. Walaupun numpang duduk kita tetep belanja koq, saya memilih untuk memesan air teh anget.

Selesai makan rupanya masih belum masuk waktu dzuhur jadi saya sempatkan berfoto dulu di depan rumah adat Koto Gadang. Begitu mendekati masuk waktu dzuhur saya menuju masjid raya Koto Gadang yang letaknya tak jauh dari rumah adat Koto Gadang ini. Strategis banget nich tempat berhentinya...



Selesai sholat dzuhur ternyata sebagian teman-teman sudah berangkat menuju pintu masuk Great Wall Koto dengan naik angkot, akhirnya saya ikut rombongan angkot yang berikutnya. Rupanya dekat saja koq, kalau jalan sekitar 15-20 menit saja. Oh ya sepanjang perjalanan menuju pintu masuk Great Wall Koto ini tampak rumah-rumah penduduk dengan arsitekur kuno semacam kolonial gitu. 

Setelah semua peserta sampai di pintu masuk Great Wall Koto kami segera menuruni anak tangga yang lumayan curam. Memang saya belum pernah ke Great Wall yang di China sih, jadi lumayan lah pemanasan disini aja dulu...hehehe...



Setelah kita menuruni banyak anak tangga kami menemui satu point untuk berfoto, akhirnya kita ramai-ramai berfoto disini lah. Oh ya, berhubung di sekitar Great Wall ini masih berupa hutan, jangan heran jika tiba-tiba ada monyet yang turun dan berlarian di dinding Great Wall. hihihi...



 Pemandangan selama menuruni anak tangga Great Wall Koto ini bagus banget...kita bisa lihat ngarai sianok dari atas bukit.



Kami melanjutkan perjalanan menuruni Great Wall Koto yang kemudian berujung di sebuah sungai dengan jembatan gantung diatasnya. Selesai menyeberangi jembatan gantung ada sebuah warung kecil, disini beberapa teman beristirahat untuk minum dan beli snack/gorengan. Lalu setelan lumayan banyak teman yang berkumpul kami melanjutkan berjalan kaki untuk menuju Lobang Jepang, kali ini kondisi jalannya menanjak. Lumayan ngos-ngosan juga saja jalan, karena memang jarang banget saya olahraga ataupun berjalan jauh gini. 




Akhirnya sampailah kami di Lobang Jepang, lokasi berada di pinggir jalan dan kondisi jalan yang menurun dan tikungan. Jadi harus hati-hati kalau mau menyeberang yaa... Disini kami sampai duluan, jadi harus menunggu teman-teman yang lain.  Tak berapa lama teman-teman sudah lengkap, dan ketua rombongan sudah deal untuk fee guidenya, jadilah kami mengikuti guide untuk menelusuri Lobang Jepang. Begitu kita masuk pintu terowongan ini udara terasa sejuk dan dingin....menurut guide ini dikarenakan bagusnya sistem sirkulasi udara di terowongan ini, jadi bukan karena ada AC ya. hihihi...



Lobang Jepang ini merupakan proyek tentara jepang pada jaman Perang Dunia II, dan selama masa pembuatan terowongan ini menggunakan pekerja dari luar Sumatera Barat. Kenapa memakai pekerja dari luar kota Sumatra Barat? Ya, supaya para pekerja ga bisa kabur, karena memang ga tau jalan untuk melarikan diri. Dan selama pembuatan terowongan ini tak ada satupun warga di daerah sekitarnya yang tau, karena memang terowongan ini diciptakan kedap suara. Jadi tak akan terdengar suara pekerja yang sedang menatah terowongan ini. 


Setiap ruangan di terowongan ini saling terhubung, dan setiap ruangan mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda, ada ruang seperti cafe, ruang penjara, ruang dapur (yang sebetulnya menurut guide ini adalah ruang pembantaian), ruang penyergapan, dan lain lain.

Oh ya, ada salah satu teman saya (mba menie) rupanya dia bisa melihat makhluk halus, jadi  sepanjang di dalam terowongan ini dia melihat berapa makhluk halus, salah satunya di ruang pembantaian. Dan rupanya dia juga melihat ada makhluk halus di pojokan kamar hotel saya. hiiii....untung aja dia cerita setelah kami check out...kalo tidak...saya bakal ketakutan dech di kamar hotel.

Setelah selesai menyusui lorong-lorong di Lobang Jepang, kami bergerak menuju Ngarai Sianok, dari tempat parkir bus kita jalan kaki di sepanjang sisi sungai yang debit airnya memang sedang sedikit.



Lalu sampailah kami di spot Taman Janjang Saribu, nah untuk melewati tanah menuju tangga Janjang Saribu ini kita dipungut 2ribu rupiah (disana ada tulisan tanah milik pribadi, lewat bayar 2 ribu gitu)...hihihi... Di kawasan ini juga terdapat arena bermain air namanya Chori-Chori





Setapak demi setapak kami menaiki tangga Janjang Saribu, mula-mulai landai, lama-lama tangga semakin mendaki dan curam. Haduuuh...ngos-ngosan juga saya mendaki anak tangga yang tak terhitung ini. Sampai-sampai di tengah perjalanan saya hampir menyerah...tapi kemudian hati kecil saya berkata, "Ah masa sudah naik sampai sini mau balik turun, sayang juga lah". Akhirnya setelah beberapa kali berhenti untuk istirahat saya berhasil mencapai puncak bukit pandang Taman Janjang Saribu. Dari 30 orang peserta hanya sekitar 10 orang yang ikut naik ke puncak bukit Janjang Saribu, Rasanya puas bangettt bisa mencapai puncak bukit, dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan yang indah...sungai yang berkelok-kelok, lalu di sebelah kiri tampak gunung (entah apa namanya) yang menjulang tinggi.






Setelah berfoto-foto dan beristirahat akhirnya saya dan Cik Eka memutuskan untuk turun duluan, secara saya jalannya pelan-pelan, kalo bareng yang lain takutnya nanti ketinggalan dech. Oh ya, harap berhati-hati dan waspada yaa...di beberapa bagian tangga ini terdapat ranjau kotoran mungkin kotoran monyet...aduuh baunya minta ampuuun.



Akhirnya sampailah kami di bawah dan tak lupa foto bareng lagi sama teman-teman.



Dari sini, kami berjalan menuju ke tempat parkir bus, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Taruko. Rupanya bus tidak dapat melewati jalan menuju Taruko, jadi terpaksa kami berjalan kaki sekitar 1,5 km. Kami berjalan pelan-pelan, melewati sawah dan perkampungan penduduk.





Tak berapa lama kemudian sampailah kami di pertigaan jalan dengan penunjuk jalan menuju Taruko. Akhirnya sampailah kami di Taruko, rupanya Taruko adalah nama sebuah cafe restoran. Begitu masuk, wah kita semua terkagum-kagum dengan desain dan view di restoran ini. Untuk menu makanan dan minuman sih biasa aja, tapi viewnya luaaaarrr biasa.






 Sambil nunggu pesanan minuman datang kami berfoto-foto, sayang kan kalau di tempat sebagus ini ga diabadikan dalam jepretan kamera.




Sekitar jam 17.30 kami bergerak untuk meninggalkan Taruko, kali ini kami sewa ojek, jadi tak perlu lagi jalan kaki lagi sampai ke tempat parkir bus. Setelah semua peserta sampai di bus, bus segera berangkat untuk menuju jam gadang di Bukit Tinggi. Sampai di Bukit Tinggi kami berpencar untuk berfoto dan makan malam.



Saya dan beberapa teman berkeliling ke daerah dekat pasar atas untuk membeli souvenier, akhirnya beli magnet tempelan kulkas 2pcs harga 10ribu/pcs. Setelah itu lanjut hunting makan malam, sampailah kami di tepi jalan diseberang KFC dan memilih untuk makan sate padang. Lucunya nich...saya pesan 5 tusuk sate daging dan 5 tusuk sate yang dibalur kelapa parut. Eeh...sama abangnya dibuatin sate yang dengan kelapa semua...



Jam 20.00 kami berkumpul kembali untuk naik bus menuju Hello Guest House yang tak jauh dari Jam Gadang. Sampai di Guest House, saatnya pembagian kamar, grup leader mulai membagi kamar kapasitas 4 orang dengan menyebutkan Vitri, Lenny, Junita, dan kurang 1 orang...dan akhirnya saya memilih untuk menggenapkan sebagai penghuni ke-4nya. hihihi...disini saya dapat kenalan baru yang baru pertama kali kami ketemu, sepertinya di forum/FB saya belum pernah bertegur sapa dech. Vitri merupakan member dari Padang sebagai tour guide kami selama acara gathering nasional. Kak Lenny dari Aceh Singkil, Kak Junita Sitompul dari Bandung tapi asalnya dari Batak. Senang rasanya saya dapat kenalan baru dari daerah yang berbeda, dan senangnya berteman dengan traveler adalah kita jadi gampang akrab. :)


Setelah selesai dapat jatah kamar masing-masing, kami masuk ke kamar beberes dan mandi, setelah itu kami berkumpul di lobby untuk sesi kenalan dan pembagian kaos.


Selesai acara kenalan dan pembagian kaos, saatnya istirahat supaya besok pagi bisa bangun pagi dan segar untuk melanjutkan rangkaian acara gathering.

Mau tau tujuan wisata kami di hari berikutnya?
Tunggu tulisan saya berikutnya yaa... ^_^