Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^
Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan

Half Day Tour Hatyai + Songkhla

Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.

Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  

Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja. 




Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 



Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.



Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.

Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 

Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 



Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.

Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.




Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 


Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


 
Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.


Songkhla city wall 
Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 



Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.




Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya :( 

Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadan para pemeluk agama Budha. 

Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 


Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan.  




Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga. Di sampingnya terdapat tangga menuju ke aula utama dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya. 


 
Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 



Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 

Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...


Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 





Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 

Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 



Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 



Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  


Fat Laughing Budha


Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 


Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  


Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 




Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan. :(


Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 


Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 




Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour 






Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang. 
Tadaaa menu makan siang kami....yummyyyy





Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. 


Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.

Krabi, Once Is Not Enough



Holaa...

Rasanya sudah agak lama nich ga nulis FR Luar Negeri, ya memang sudah agak lama ga jalan-jalan ke luar negeri.  Dan, ternyata akhirnya dapat kesempatan jalan-jalan keluar negeri di bulan Maret kemarin.  Kali ini saya ambil destinasi liburan ke Krabi, Thailand Selatan.

Perjalanan ini dilengkapi dengan misi mengantarkan baju batik jualanku di www.bajubatikmodis.com orderan customer  dari Malaysia. Sedianya baju batik ini akan dititipkan ke kerabat yang akan ke Malaysia waktu bulan Februari lalu, tapi rupanya paket terlambat datang dari Solo. Jadilah paket saya bawa bareng trip saya ke Krabi. 

Hari 1
Saya berangkat dari Jakarta ambil flight jam 8.30 pagi, jadi jam setengah enam saya sudah berangkat dari rumah. Karena tidak ada check in bagasi, jadilah saya langsung masuk menuju imigrasi, nah pas di depan garis antrian imigrasi koq saya lihat ada beberapa orang berdiri di luar garis antrian, saya penasaran kenapa ga antri di dalam garis antrian, emangnya counternya belum buka. Mereka jawab iya…dan herannya kenapa saya percaya aja dan ikutan berdiri di luar garis antri. Berikutnya ada seorang bapak juga tanya ke saya, koq ga antri di imigrasi, saja jawab counter belum buka. Tapiii…tak berapa lama kemudian ada seorang cewek yang setengah berlari menuju counter imigrasi dan saya mulai sadar…lah iya ya mana mungkin sudah jam setengah tujuh imigrasi belum buka, sedangkan duluu saya pernah naik flight lebih pagi sehingga saya pun harus sholat subuh di bandara. Hahaha…. Konyol banget..koq bisa saya mendadak percaya aja kalo imigrasi belum buka di jam setengah tujuh. 

Akhirnya saya pun masuk ke counter imigrasi, setelah dapat cap imigrasi dan melewati security scanner langsung duduk manis di boarding room untuk menunggu flight ke KL. Jam 8 penumpang sudah dipersilahkan untuk naik ke pesawat.  Sekitar jam 11.30 akhirnya mendarat di KLIA2 dan kebetulan pesawat landing di satellite airport jadi agak jauh jalannya menuju counter imigrasi. Nah,  kebetulan perempuan di depan saya agak lama untuk dapat stempelnya, lalu saya otomatis masuk ke counter sebelahnya yang kosong, dan ga disangkat petugasnya dengan juteknya nanya kenapa kamu kesini? Tak Nampak ker lampu merah di atas tu, kalau merah tandanya tak layan stamp sebab tu la saya tak panggil kamu kesini.  Tak payah buru-buru pun, tunggu aja dalam line. Spontan, saya bilang sorry…saya tak lihat sign lampu merah di atas tu.  Hiiih…sial bener gue…dijutekin sama petugas imigrasi. 

Akhirnya saya mundur balik ke antrian menunggu orang di depan saya selesai dapat stamp. Begitu giliran saya sudah selesai langsung saya keluar arrival hall dan cari tempat  duduk untuk bongkar koper yang berisi baju batik yang akan dipacking lalu dikirim lewat pos. Berhubung kantor pos ada di Bandara KLIA jadi saya milih naik kereta ke KLIA, bayar 60sen.  Sampai di KLIA tanya lokasi kantor pos, akhirnya ketemu juga. Selesai urusan kirim paket pos langsung balik lagi ke KLIA untuk nunggu penerbangan ke Krabi jam 5sore.   


Sekitar jam 3 saya check in untuk penerbangan ke Krabi…kali ini urusan imigrasi lancar, ga ada kejadian aneh-aneh. Cuma agak lama aja nunggu pintu boarding dibuka.  Akhirnya jam 5 pesawat berangkat dan akhirnya tiba di Bandara Krabi sekitar jam 5.20 waktu Thailand. Selesai urusan imigrasi, saya keluar untuk cari bus untuk ke Krabi Town, begitu tanya sama kru busnya dia bilang harus beli tiket bus di loket yang berada di dalam Airport,  harga tiket THB 90. Akhirnya bus sampai di Krabi Town, dan penumpang diturunkan di sebuah tempat seperti travel agent gitu dech, shuttle bus dari hotel akhirnya jemput saya di sini.


Oh ya berhubung kenalan saya merekomendasikan Hotel  Krabi Front Bay Resort dan dia juga sudah reservasi, jadi pihak hotel menjemput saya di shelter bus Krabi Town.  Rupanya lokasi hotel bukan di tengah kota, dan agak susah angkutan umum. Hikss…




Dan begitu check in ternyata harga hotelnya THB 2,300/malam. Jadi saya putuskan untuk menginap 2 malam aja di hotel ini, untuk 1 malam rencana mau nginep di daerah Ao Nang Bay.  Oh ya, di receptionist saya sekalian pesan paket tour ke Phi Phi Island dr Barracuda seharga THB 1,500. 

View dari Balkon Hotel

Selesai dapat kunci kamar hotel, beres-beres dan mandi, saya rencana mau keluar ke Krabi Town. Dengan pedenya keluar pengen cari angkutan umum ato tuktuk gitu, rupanya lamaa ga ada yang lewat dan terpaksa sambil jalan siapa tau ada yang lewat, tapi tak berapa lama security hotel lewat naik motor dan nawarin tumpangan ke Krabi Town. Akhirnya saya turun di depan seven eleven rencananya saya mau ke Ao Nang Beach, mau cari-cari hotel gitu buat hari malam ke-3. Dan saya ga nemuin tempat pangkalan angkutan umumnya, akhirnya malah nyasar dech ke pasar malam dan jajan kebab.  Selesai makan kebab baru deh jalan dan ketemu tuktuk, nanya ongkos ke Ao Nang beach berapa, dia bilang THB 600. Wuiih…mahal juga donk…dan begitu di perjalanan baru tau rupanya lumayan jauuh juga pantesan aja mahal. 

Sampai Ao Nang beach, bingung mau turun dimana…akhirnya memutuskan turun entah dimana…waktu di bandara sih sempat ditawarin voucher hotel Ao Nang Place..ato apa gitu seharga THB 1,500/malam. Dan begitu sampe Ao Nang beach…lupa apa nama hotelnya. Akhirnya jalan ga jelas juntrungannya keluar masuk hotel cari info rate yang agak murah….akhirnya dapat hotel Timber Lake dengan harga walk in THB 2,100/malam, ya sudahlah akhirnya booking ini aja, berhubung sudah malem juga males mau jalan cari hotel lain lagi. 

Nah, dari Ao Nang beach bingung juga mau balik ke hotel di Krabi Town naik apa, akhirnya memutuskan naik taxi song toew…bayar THB 800. Begitu sampai hotel langsung tidur biar besok bisa bangun pagi, karena mau ikut tour ke Phi Phi Island dan waktu penjemputan adalah jam 8. 

Hari 2
Pagi jam 7 saya sudah mulai sarapan lalu standby di lobby nunggu jemputan untuk tour Phi Phi Island,  sekitar jam 8.20 akhirnya jemputan datang…dan rupanya mobil jemputannya bentuknya bus kayu seperti truck gitu, saya pernah melihat bus jenis ini waktu di Phuket. Nah rupanya bus jemputan masih harus ambil beberapa peserta tour lainnya di Krabi Town, baru kemudian berangkat ke Ao Nang Beach. Sampai di Ao Nang beach, peserta registrasi ulang dan dapat short briefing dari guidenya. 
 

Begitu selesai registrasi kita turun menuju speed boad dan berangkat menuju Bamboo Island. Oh ya, dalam perjalanan sempat ada peserta yang mabok laut dan akhirnya muntah di lantai speed boat…hueeekss…saya jadi berasa ketularan pengen muntah juga…akhirnya memalingkan muka dari area muntahan yang berada di kiri saya dan makan permen biar ga muntah.  



Akhirnya sampai di pulau pertama, Bambu Island…disini kita dikasih waktu sekitar 45 menit untuk foto-foto atau main air.   



Waktu sudah habis dan kemudian kami melanjutkan ke destinasi berikutnya, ke Loh sama bay dan Monkey Island untuk snorkelling…dan berhubung saya ga bisa berenang dan males juga sih mau nyobain snorkelling padahal sudah minta alat snorkel ke guidenya. Masih ingat kegagalan snorkelling di Pualu Bira euy. Hihihi…



Selesai snorkling dilanjutkan lagi island hoping ke maya bay nah disini baru deh saya nyebur main2 air, maya bay ini pantainya sempit banget…jadi kalo lagi pas rame susah juga dapet tempat neduh di pinggirannya.   





Waktu main-main di maya baik sudah habis selanjutnya  boat menuju pileh (kalo ga salah ini tempat shooting the beach)…nah disini peserta ga turun dari boat jadi Cuma foto-foto aja dari atas boat, dan kemudian dilanjutkan menuju Phi Phi Don untuk makan siang. 


Dalam perjalanan menuju Phi Phi Don ini kami melewati Vicking Cave, di sekitar Vicking Cave ini tampak banyak bambu-bambu penyangga untuk memanen sarang burung walet, dan menurut tour guide dahulu vicking cave ini sebagai tempat berlindung para nelayan dari badai yang melanda di lautan andaman.
 

Sesampainya di Phi Phi Don peserta di bawa berjalan menuju tempat makan buffet yang berada di belakang rumah sakit Phi Phi Don. Oh ya, pas makan di restoran ini pelayannya sempat menyapa pakai Bahasa Melayu, dan akhirnya jadilah kita ngobrol sedikit, dia cerita pernah kerja di Malaysia dan beberapa tempat lainnya yang kemudian akhirnya bekerja di Krabi, tepatnya di Phi Phi Don ini. Mungkin kakak ini senang juga bisa ketemu orang yang berbahasa melayu, sebab kebanyakan di krabi kan orang berbahasa Thai jadi takut juga kalo Bahasa Melayunya hilang/lupa kali ya. Hehehe…

Selesai makan, waktu masih panjang jadi ya Cuma nongkrong di tepi pantai sambil makan snack. Akhirnya ada panggilan untuk berkumpul dan masuk boat dech, akhirnya boat bergerak untuk kembali ke Ao Nang beach.

Sekitar jam 4 kami sampai di Ao Nang beach dan langsung masuk bus untuk diantar ke hotel masing-masing. Sampai di hotel saya langsung mandi dan jemur baju yang basah dan berpasir di beranda kamar.  Setelah beres semua lalu pergi makan malam, kali ini saya memilih makan malam di restaurant Paknam Krabi Seafood yang berada di seberang hotel, dan rupanya ini masih satu management sama hotel. Suasana restaurant juga lumayan Oke, tepat di pinggir sungai dengan pemandangan long tail boat yang hilir mudik menuju Krabi Town.





Makanan disini lumayan enak dan murah, baru kali ini saya bisa menghabiskan makam malam saya…apa karena efek kelaparan sejak tour tadi siang ya. Hihihi…
 

Selesai makan malam, saya berencana ke krabi town dengan shuttle bus hotel  untuk jalan-jalan. Shuttle bus berhenti di depan seven eleven/maharaj market.  Turun dari shuttle bus, saya berjalan-jalan di maharaj market, rupanya pasar ini menjual aneka masakan, buah-buahan, dan sayuran. Selesai berkeliling pasar yang memang cukup kecil ini, lalu saya lanjutkan berjalan untuk mencari souvenier untuk oleh-oleh.  Selesai membeli souvenier rupanya masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum  jadwal keberangkatan shuttle bus terakhir, jadi masih ada waktu untuk massage. Daan, ternyata tempat massage yang saya datangi ini bersebelahan dengan hotel Lada Krabi Resident…waaa…ini kan sebenernya hotel inceran saya di Hotel Quickly.

Maharaj Market di malam hari


Hari 3
Pagi setelah sarapan, saya berencana untuk jalan-jalan ke Krabi Town, dan ternyata setelah menunggu lama ga ada angkutan umum yang lewat depan hotel, jadilah saya ikut shuttle bus dari hotel dengan jam keberangkatan jam 10. Lumayan lama sih nunggu jam keberangkatannya….akhirnya mobil shuttle berangkat dan saya setibanya di Krabi Town saya sempatkan untuk berfoto di tepi sungai dan icon black crab, serta tanya-tanya paket tour dengan long tail boat yang terdapat di dermaga di krabi town. Oh ya, pas di dekat icon Crabi Town ini ternyata ada sepasang sejoli yang sedang foto-foto, ternyata mereka satu boat dengan saya kemarin waktu tour Phi Phi Island ^_^







Selesai  foto-foto saya lanjutkan jalan-jalan di seputaran krabi town sambil ambil beberapa kartu nama beberapa hotel yang punya river view di Krabi Town untuk trip di lain waktu.   Skalian cari-cari info tempat mangkal Song Teow untuk menuju Ao Nang beach. Begitu sudah dapat info akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel naik tuk-tuk, secara harus check out hotel jam 12.

Sampai hotel karena barang-barang sudah dipacking sejak tadi pagi jadi tinggal bawa aja ke lobby dan selanjutnya ikut jadwal shuttle bus hotel ke Krabi Town.  Sesampainya di Krabi Town, saya langsung menuju pangkalan Song Teow untuk menuju Ao Nang, sekita 30 menit perjalanan akhirnya saya sampai di Ao Nang Beach,d an turun tak jauh dari hotel yang sudah di booking yaitu Timberland hotel. Ongkos Song Teow THB 50 saja.  Murah yaa…dibandingkan waktu hari pertama sewa Song Teow seharga THB 600-800/trip. :D 

Sampai hotel Timber Land, ga ada planning jadi ya Cuma jalan-jalan aja sekitaran Ao Nang Beach, dan  makan siang di kaki lima yang tak jauh dari hotel. Lumayan banyak menu pilihan koq.  Akhirnya saya milih makan gorengan (tempura, fish ball, dll) dan minum strawberry juice.  Untuk malam harinya saya makan di restaurant yang tak jauh dari hotel, lalu sebelum balik ke hotel cari taxi untuk keberangkatan besok pagi ke airport. Tak lupa minta nomer hp sopirnya, takut kalo besok datangnya kesiangan secara flight saya jam 8.20. Sudah selesai urusan booking taxi lalu balik ke hotel untuk istirahat. 

Hotel Timber Land Ao Nang Beach






Hari 4
Jam 4.30 saya sudah bangun lalu siap-siap untuk check out, rupanya sopir taxi belum datang, jadi saya minta receptionist hotel untuk telpon sopir taxinya. Sekitar 10 menit kemudian sopir taxi sudah sampai di hotel dan kami langsung berangkat menuju Krabi Airport. Perjalanan sekitar 40 menit akhirnya kami sampai di Krabi Airport, dan langsung cari mushola untuk sholat subuh. Selesai sholat subuh baru dech cari kedai untuk minum teh. Setelah selesai minum rasanya lebih baik duduk di boarding room aja dech, jadi langsung menuju ke counter imigrasi untuk selanjutnya masuk boarding room. Rupanya di boarding room ga tersedia wifi, tetapi ada kedai yang memberikan wifi gratis jika berbelanja minimal THB 200, jadilah saya beli beberapa cup mie rasa tom yam. Sebagian dimakan untuk sarapan, sisanya dibawa balik ke Jakarta dech.  Akhirnya tibalah waktunya untuk keberangkatan pesawat ke KL yang kemudian dilanjutkan flight ke Jakarta jam 1.35pm. 

Demikianlah liburan singkat saya di Krabi, dan rasanya memang belum puas jalan-jalan di Krabi. Sepertinya lain kali mesti balik lagi ke Krabi ambil paket tour 4 island dan mangrove boat trip dech.  




Jadi benarlah tag line yang sempat saya baca dalam perjalanan menuju Krabi,  "Krabi, once is not enough".  ^_^