Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^
Tampilkan postingan dengan label lembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lembang. Tampilkan semua postingan

Marathon Jalan-Jalan Cantik Ke Lembang Dan Bandung Barat (Part ll)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, dari Observatorium Bosscha saya melanjutkan perjalanan ke destinasi ketiga. Yuk, simak cerita perjalananku friends.




3. Kebun Begonia
Setelah melewati De Ranch, driver tanya dimana alamat Kebun Begonia, untung saja saya sudah siapin catatan alamatnya, hasil googling sebelum pergi ke Bandung.Saya bilang lokasi Kebun Begonia berada di Jalan Raya Maribaya nomer 120A, samping toko bunga Rizal. Rupanya tak berapa lama kemudian sampailah kami di lokasi. Sambil nunggu antrian beli tiket masuk, saya foto-foto dulu dech. Harga tiket 20ribu dan kalau membawa kamera pocket atau digital dikenakan biaya 50ribu. 




Begitu memasuki Kebun Begonia anda kan langsung disambut oleh lautan bunga warna warna, wow cantik bangeeeett. Oh ya kalau cuaca sedang panas, teman-teman bisa juga meminjam topi anyaman yang tersedia di rak setelah pintu masuk, pinjam topi gratis koq. Hehehe...




Kebun bunga begonia (Balinea) memiliki koleksi bunga begonia warna merah dan pink. Bunga begonia merupakan tanaman yang cocok untuk dataran rendah maupun dataran tinggi dengan bunga yang lebat di sepanjang musim. Selain bunga begonia juga terdapat banyak jenis bunga lainnya lho, seperti lavender berbagai warna, sejernis marny, morning glory, dll.



Area kebun Begonia ga terlalu luas, tapi lumayanlah untuk foto-foto. Di bagian tengah kebun terdapat aneka bunga dilengkapi dengan properti yang unik untuk befoto, seperti bangku taman, gapura berbentuk hati, bahkan ada juga siput raksasa. Pilih aja spot foto sesukamu. Hehehe... 









Ada beberapa bangunan yang disediakan untuk acara gathering juga, lalu di bagian belakang ada taman kelinci, stand penjualan buah dan sayuran,  dan ada juga kebun sayuran. Oh ya, sebelum masuk ke area kebun sayuran, saya melihat deretan kaktus yang tinggi menjulang, kayaknya sih punya kebon tetangga.
Ya udah numpang foto dikit dech. 


Sebelum keluar dari taman bunga Begonia, saya beli es potong rasa sirsak dan anggur lumayan sambil istirahat dulu di salah satu gazebo.

Di bagian luar kebun, di sebelah kantor  juga terdapat bangunan yang berfungsi sebagai toko bibit dan benih tanaman, serta peralatan berkebun. Disini saya beli bibit bunga marny mixed isi 15 biji seharga tujuh belas ribu lima ratus. 




Ada juga dekorasi lucu berbentuk kucing, imut imut banget dech.


Setelah selesai beli benih bunga, saya langsung melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. 


4. Floating Market Lembang
Lokasi di Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang.

Sekitar jam 12an saya sampai di floating market, rupanya parkiran sudah rame banget berarti di dalam juga sudah penuh orang nich. Tiket floating market seharga 20ribu bisa ditukarkan dengan segelas kopi tapi saya memilih untuk tidak menukarkan tiket dulu, nanti aja kalau sudah mau keluar baru dech minum kopi sambil istirahat. Dari pintu masuk saya langsung mengarah ke kanan, dan mulai dech cekrek cekrek di seputaran floating market. 










Di bagian kanan pintu masuk terdapat beberapa kedai yang menjual aneka souvenier, dan di bagian ujung terdapat taman-taman bermain untuk anak seperti taman kelinci. 




Sampai di ujung jalan, saya berjalan menuju ke area floating marketnya, disini perahu-perahu yang menjual aneka makanan berjajar di tepi dermaga. Wah makanannya banyak banget, jadi bikin pengen jajan mulu. Berhubung jumlah kursi terbatas jadi agak susah juga untuk mencari tempat duduk disini.



 


Berhubung perut sudah mulai lapar, tapi kursi pada penuh, akhirnya saya memilih untuk makan di Warung Ceret, sebelum pesan saya tukar dulu coin belanjanya kemudian saya ke counter untuk pesan paket nasi soto seharga 30ribuan.






Taraaa....akhirnya pesanan saya datang...makan yuuuk...


Setelah selesai makan saya lanjut mengitari floating market sambil sesekali berhenti untuk foto-foto. 


Pas jalan koq ada kerumunan rame-rame pas saya samperin ternyata ada anak-anak lagi kasih makan ikan emas, ya udah saya numpang mejeng dech dengan ikan-ikan.








Di tepi danau ini juga terdapat gazebo yang bisa disewa, kalau ga salah 100ribu/2 jam. Ada juga semacam aula yang disewakan untuk acara gathering gitu.


Iiih..ada rumput lucuu...numpang foto aaah...


Tak terasa, saya berjalan tau-tau sudah sampai depan gedung ticketing, sebelum keluar saya sempatkan tuker tiket masuk dengan kopi panas lalu cari tempat duduk di samping bangunan ticketing. 


Setelah kopi habis, saya lalu keluar dan  tampaklah di seberang ada bangunan Clothing Market…saya pun tergelitik untuk lihat-lihat apa yang dijual di dalamnya. Rupanya yang dijual disini baju-baju branded sisa ekspor, kualitas bahan juga bagus dan lumayan  ada kemeja dan blouse dengan harga miring 50ribu/pcs.  Pas selesai bayar saya lihat paper bagnya, rupanya ada tulisan Victoria Factory Outlet  jalan Juanda. Hehehe… 


Sekitar jam 2 saya meninggalkan floating market untuk menuju destinasi berikutnya.

Ikuti kelanjutan cerita perjalanan marathon saya ke Bandung Barat di tulisan berikutnya yaa...





Marathon Jalan-Jalan Cantik Ke Lembang Dan Bandung Barat (Part l)



Hiiii Friends…


Kali ini saya ingin share marathon jalan-jalan cantik di Bandung tepatnya sih ke Lembang dan Bandung Barat. Pas kebetulan waktu itu  dalam rangka merayakan Imlek, PT KAI mengeluarkan tiket promo Imlek untuk keberangkatan tanggal 8 sampai 28 Februari. Jadi, saya juga ikutan dech hunting tiket kereta ke Bandung yang walaupun agak telat akhirnya dapat tiket promo Argo Parahyangan kelas eksekutif seharga 44ribu untuk keberangkatan dari Jakarta.  Sedangkan untuk tiket balik dari Bandung ga dapat harga promo di jam keberangkatan ya diinginkan jadi ya beli tiket normal seharga 120ribu. Ya ga papa sih, lumayan sudah dapat tiket promo one way. Transport selama explore Lembang dan Bandung Barat saya menyewa mobil untuk satu hari saja, selebihnya saya jalan kaki, naik becak dan naik taksi.

Saya berangkat hari jumat pagi,  dan tau sendiri kan kalo hari jumat pagi beberapa ruas jalanan ibukota itu macet dan ternyata driver taksinya ga enak banget bawa mobilnya. Trus ketika naik kereta juga merasa seperti ga nyaman gitu, atau mungkin karena perjalanan mendaki ya jadi agak ajut-ajutan.  Kepala jadi pening, hiks. Begitu sampai di Bandung, keluar stasiun langsung menuju hotel  yang tak jauh dari stasiun Bandung lalu istirahat, tak lupa minum obat sakit kepala dulu, padahal rencananya setelah sampai di Bandung pengen jalan-jalan dan foto-foto di dalam kota Bandung.

Sekitar jam 7 malam, sudah berasa lapar, bingung mau makan apa…pengennya makan yang kuah kuah gitu, akhirnya jalan ke RM Ampera Kebon Kawung, tapi tinggal ada lauk-lauk yang di goreng. Ada tempelan menu sop iga, tapi katanya stocknya ga ada, ya udah ga jadi deh makan RM Ampera, akhirnya jalan kaki menyusuri jalan sampai ke jalan pasir kaliki lalu belok kanan. Sepanjang jalan sih ada gerobak-gerobak makanan, tapi ga minat juga sempat berfikir atau balik aja ya kayaknya sudah jalan jauh tapi belum nemu makanan yang dipengenin. Akhirnya sudah hopeless, ngeliat ada gapura tulisan pusat kuliner RW sekian gitu, tapi koq ga keliatan rame-rame gitu. Cuma ada beberapa tenda makan, dan diujung jalan ada warung ayam goreng/bakar rame banget, tapi males juga mau antrinya. Akhirnya memutuskan untuk makan di warung tenda aja, pesen cap cay seafood rebus seharga 24ribu + nasi seharga 3ribu kalo ga salah inget. Sambil nunggu makanan datang saya tinggal dulu beli jus alpukat di kedai jus alpukat yang berada di seberang jalan seharga 5ribu. 

Selesai makan langsung balik ke hotel untuk istirahat, biar besok ga kesiangan. Keesokan paginya, sekitar jam 7.30 pagi saya sudah sarapan, dan siap untuk marathon Lembang dan Bandung Utara. Ternyata driver rental sudah stand by di depan hotel, langsung dech cuuus berangkat…mumpung masih pagi, semoga aja jalanan ga macet.

Oh ya, masih bertanya-tanya kenapa judul artikel ini Marathon Jalan-Jalan Cantik Di Lembang Dan Bandung Barat?
Jawabannya adalah karena trip kali ini saya susun itinerary untuk 6 destinasi obyek wisata yang berlokasi di Lembang dan Bandung Barat dengan waktu explore kurang lebih 9 jam. Kebayangkan ngebutnya…harus pinter bagi waktu di tiap obyek wisata.  hahaha…

Yuk, ikuti cerita perjalanan saya…berhubung ceritanya agak panjang maka tulisan akan saya bagi menjadi tiga bagian yach, biar ga bosan bacanya. Hehehe…


 


1.Farm House - Lembang
Tujuan pertama saya adalah Farm House Lembang, perjalanan lancar dan sekitar jam 8.50 saya sudah sampai di Farm House, ternyataaa…sudah ramai. Tiket masuk seharga 20ribu sudah dibayar ketika masuk gerbang, petugas tiket rupanya jemput bola ke mobil-mobil yang masuk jadi ga perlu lagi antri beli tiket di loket.  Setelah turun dari mobil, saya langsung ikutan antri tuker tiket masuk dengan susu strawberry ternyata rasanya enaaak banget, satu tiket lagi dituker dengan sosis .



Sepanjang  rute pintu masuk ke dalam farm house ini, di kiri kanan dihiasi dengan akar pohon tua dan tersedia beberapa kursi kayu, jadi sementara belum masuk bisa duduk-duduk sambil menikmati sosis bakar atau susu sapi segar rasa strawberry. 



Karena weekend, hampir semua spot foto rame, jadi harus sabar nunggu giliran untuk berpose dech. Di belakang kedai gift, flower dan handycraft ini terdapat berberapa stop foto yang menarik seperti berikut ini. 








 Di bagian belakang terdapat bangungan-bangunan dengan konsep yang unik, yuk mari kita jelajahi.

















Di bagian belakang farm house terdapat tangga dan trolley line untuk naik menuju ke kebun bunga, nah berhubung agak licin jadi harap berhati-hati kalau tidak mau mengalami kejadian sial seperti seorang bapak yang tergelincir dari atas. Saya sampe kaget waktu dengar suara gedubraaakkk…ternyata ada seorang bapak yang badannya lumayan besar tergelincir di trolley line itu.




Di sudut lain farm house terdapat vertical garden dan aneka tanaman hidroponik.




Di bagian atas terdapat alun-alun, disini terdapat beberapa meja taman yang dilengkapi payung besar, kita bisa beristirahat disini, terdapat juga kursi gantung rotan yang berbentuk seperti sarang burung, karena semuanya penuh jadi saya ga sempat berfoto disitu dech.



Saat saya datang farm house juga masih dalam pengerjaan beberapa bagian taman, tampak beberapa tukang sedang membuat vertical garden seperti dalam gambar di bawah ini. 



Dari alun-alun saya berpindah ke bagian kiri yaitu peternakan / petting zoo, sebelum sampai ke bagain peternakan terdapat air terjun mini yang merupakan salah satu spot menarik untuk berfoto, jangan lupa berfoto disini ya.


Sebelum memasuki area peternakan, terdapat beberapa sangkar besar untuk menyimpan koleksi aneka burung.


Selanjutnya memasuki area peternakan, disini terdapat domba, kambing, kelinci, beberapa jenis ayam. Anak-anak pasti suka deh bermain dan memberi makan binantang. Di area ini juga sedang dibangun bangunan khas ala film cowboy, tampak beberapa tukang sedang mengerjakan bagian atas gedung hotel.





Oh ya, kalau kalian ingin berfoto dengan binatang yang berada di dalam kandang, bisa juga lho minta bantuan petugas yang memakai topi cowboy. 

Nggak afdol rasanya kalau ke farm house tidak berfoto di depan rumah hobbit, nah karena ini tempat favorite antriannya lumayan panjang, harus sabar antri ya.



Karena saya orangnya sering merasa risih kalau berfoto sementara antrian masih panjang, jadi saya pasrah dan berpuas aja dech dengah hasil fotonya. Ga sempat untuk review dan take ulang. hehehe...






Setelah dirasa cukup bernarsis ria di Farm House Lembang, saya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.


2. Observatorium Bosscha
Ini adalah pertama kalinya saya datang ke Observatorium Bosscha, entah berapa kali ngelewatin jalan raya lembang untuk menuju ke Lembang atau Tangkuban Perahu  tapi saya ga pernah tau dimana pastinya lokasi Observatorium Bosscha ini lho…apa kata duniaaa?? Hahaha…

Jadi biar afdol, saya masukin observatorium Bosscha ke dalam itinerary kali ini, bagitu sampai di lokasi setelah parkir mobil, saya turun menuju  ke pos satpam untuk tanya dimana lokasi loket pembelian tiket masuk ke Observatorium Bosscha, lalu ditunjukkan ke kantor yang berada di bagian belakang pos satpam ini, tapi begitu saya tanya ke ibu yang jual tiket masuk malah ibunya ganti nanya, mau masuk ruang multi media nya ga? Saya jawab aja enggak bu, saya cuma mau foto di depan bangunan teropongnya aja. Akhirnya ibu itu bilang, oh kalo itu ga perlu beli tiket, langsung aja jalan kesana. Wohooo…ternyata boleh gratis.. Yipppieee…


Ya udah akhirnya cekrek cekrek dech di sekitaran Bossca ini.




Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacth) dibangun oleh Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Nama Bosscha berasal dari nama Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar yang bersedia menjadi penyandang dana utama dan memberikan bantuan untuk pembelian teropong bintang.

Pembangunan observatorium ini menghabiskan waktu sekitar lima tahun, sejak tahun 1923 sampai tahun 1928, nama A.R. Bosscha dan 1923 tertulis di monumen yang berada di kawasan obeservatorium ini. 




Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi modern yang pertama di Indonesia dan dikelola oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 2004 observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Oleh karena itu keberadaan observatorium ini dilindungi UU nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya . Pada tahun 2008 Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu obyek vital nasional yang harus diamankan.  










Setelah puas foto-foto langsung dech cuuus ke destinasi berikutnya. Simak kisah perjalanan saya di tulisan berikutnya ya...