Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kulon Progo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kulon Progo. Tampilkan semua postingan

Berwisata Keliling Waduk Sermo - Kulon Progo

Beberapa hari setelah lebaran, saya dan teman-teman alumni silaturahim ke rumah teman sekelas kami di daerah Hargowilis. Sepulang dari rumah teman, kami berwisata ke Waduk Sermo. 

Mengenai Waduk Sermo saya sudah pernah tulis di postingan sebelumnya.
Waduk Sermo yang memiliki luas sekitar 157 hektar ini mempunyai banyak spot menarik untuk dikunjungi.

Berikut ini beberapa spot wisata di pinggir waduk Sermo yang saya kunjungi.

Taman Munggur 
Berhubung kami datang dari arah rumah teman saya di Hargowilis, maka Taman Munggur adalah spot pertama yang kami singgahi. Kalau dari pintu masuk resmi waduk Sermo lokasi ini berada di paling ujung waduk Sermo tepatnya di Dusun Klepu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap. Waktu saya kesana tidak ada penjaga loket masuk ataupun parkir. Jadi kami masuk ke area ini gratis saja. 



Di lokasi ini terdapat beberapa spot menarik untuk berfoto antara lain: perahu kayu dan pohon pandang.

Perahu Kayu
Selanjutnya Anda tinggal mengatur angle foto untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dengan latar belakang waduk Sermo dan pebukitan Menoreh.




Pohon pandang di taman Munggur ini tidak terlalu tinggi jadi bagi Anda yang takut ketinggian tak perlu khawatir.

Pohon Pandang

Setelah cukup berfoto-foto di Taman Munggur kami menuju ke spot foto berikutnya, yaitu Taman Bambu Air.



Taman Bambu Air
Terletak di area dermaga II Waduk Sermo tepatnya di Dusun Sermo Tengah, Desa Hargowilis.  Disini terdapat dua spot foto yang menarik, yaitu Taman Bambu Air dan Bulan Sabit.



Taman Bambu Air merupakan sebuah taman terapung yang dibuat diatas tong plastik yang dirakit dengan rangka besi. Karena taman ini dibangun menggunakan banyak material bambu maka disebutlah Taman Bambu Air. Untuk menuju ke spot foto Taman Bambu Air kita harus naik perahu terlebih dahulu. Harga tiket untuk berfoto sekitar 10-15 ribu/orang (kalau ga salah ingat). 




Taman terapung ini terdapat berbagai properti yang akan memanjakan Anda untuk berfoto-foto, antara lain: kursi bambu, gapura yang bertuliskan "Taman Bambu Air Waduk Sermo", Caping/Topi Bambu, Sepeda Onthel, Lampu Petromaks, dll.




 Karena banyaknya pengunjung maka waktu untuk berfoto-foto di atas taman terapung dibatasi maximal 10 menit. Dan demi keamanan pengunjung,  jumlah orang yang berada di atas taman terapung ini dibatasi maximal 6 orang.





Selain spot Taman Bambu Air, kita juga bisa berfoto di spot bulan sabit.



Setelah selesai foto-foto di Taman Bambu Air kami melanjutkan ke destinasi berikutnya, yaitu Pesona Bukit Pethu.


Pesona Bukit Pethu
Terletak di pinggiran Waduk Sermo, masuk dalam wilayah Dusun Tegalrejo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap. Spot wisata ini di kelola oleh karang taruda Dusun Tegalrejo.


 


Pesona Bukit Pethu memiliki 2 buah gardu pandang yang menghadap ke Waduk Sermo. Disini juga tersedia jasa fotografi jika Anda difoto dengan kamera DSLR oleh petugas anda dapat mendapatkan soft copy foto Anda dengan membayar 5ribu rupiah/pose foto.

Spot foto pertama yang kami pilih yang sebelah kiri dari pintu masuk. Kami berfoto tanpa menggunakan jasa fotografer. Harga tiket 10ribu (kalau tidak salah)



Untuk berfoto di atas gardu pandang ini kita tidak perlu memanjat tangga, hanya perlu melewati jembatan tali yang menghubungkan tepi danau dengan gardu pandang.





Setelah itu kami pindah ke gardu pandang kedua. Disini kami memakai jasa fotografi, siapa tau hasil fotonya lebih bagus. Disini gardu pandang berada di atas pohon dan tidak terlalu tinggi juga.



Pesona Bukit Pethu merupakan photostop terakhir kami, setelah itu melanjutkan perjalanan pulang ke Wates.

Selain spot foto di atas, Waduk Sermo juga memiliki spot lainnya diantaranya:
* Akar Liar
* Taman Pring Kuning
* Gumuk Sri Tinon
* Pulau Terapung
* Bukit Jangkang


      

Goa Kebon - Kulon Progo

Beberapa waktu yang lalu giliran arisan alumni di rumah kawan sekolah yang letaknya di Desa Cerme. Nah, rumah kawan saya ini dekat dengan lokasi Goa Kebon, jadi setelah selesai acara arisan kami pun beramai-ramai menuju kawasan Goa Kebon. 

Goa Kebon terletak di Dusun VII, Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Sekitar 15 km dari kota Wates, atau sekitar 25 km dari kota Yogyakarta. Sebenernya Goa Kebon sudah terkenal sejak saya masih kecil, walaupun begitu sampai saya sudah dewasa, merantau dan kemudian balik ke kampung halaman saya belum pernah pergi ke Goa Kebon. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah saya, ga sampai 5 km kali lah. So, alangkah senangnya akhirnya kesampaian juga melihat lokasi Goa Kebon yang sebelumnya hanya saya lihat melalui acara My Trip My Adventure. 

Memasuki kawasan Goa Kebon suasana asri dan sejuk oleh teduhnya pohon-pohon di sekitarnya. Oh ya tiket masuk kesini masih gratis, hanya perlu membayar uang parkir. Tersedia juga beberapa warung yang menjual minuan dan makanan ringan.

Dari lokasi parkir kita hanya perlu berjalan sedikit, jalanannya pun sudah rapi.


Dari jalan menurun ini terlihat Goa Kebon dengan air yang mengalir di bagian atas goa. 



Kenapa dinamakan Goa Kebon? Karena lokasinya berada di kebon/kebun. Oh ya, Goa Kebon ini bukan goa yang berbentuk terowongan bisa dilalui. Yang disebut goa kebon ini merupakan cekungan batu yang berada di bawah aliran air terjun. 



Air terjun setinggi 10 meter ini, mengalir seperti tirai yang menutupi batu berbentuk seperti payung. Jika musim penghujan tentu air lebih deras dan air terjunnya tampak lebih indah. Aliran air terjun ini tak pernah kering tetapi memang terkadang debit airnya kecil di saat musim kemarau.

Di sisi kiri air terjun terdapat jalan kecil yang bisa didaki jika ingin melihat aliran sungai di atas air terjun Goa Kebon.







Di area Goa Kebon ini juga disediakan spot-spot foto dengan frame berbentuk hati seperti berikut ini:





Rute untuk menuju Goa Kebon dari arah Kota Yogyakarta:
Setelah melewati jembatan Bantar (perbatasan Kulon Progo) dengan Kabupaten Bantul/Sleman, ikuti jalan yang menuju kota Wates, sampai ketemu Kantor Polres Kulon Progo (sebelah kanan jalan) dari sana masih lurus sekitar 400 meter, lalu  ada Jalan Kasatriyan, belok kiri. Lurus terus sampai ketemu SD N Jurangjero, tak jauh dari situ ada pertigaan, belok kiri. Ikuti jalan aspal yang menuju ke arah Cerme/Panjatan kurang lebih 5 km, nanti akan ketemu spanduk "GOA KEBON" belok kiri, ikuti jalan hingga sampai ke lokasi Goa Kebon.

Jalan-Jalan Siang di Kalibawang - Kulon Progo

Beberapa bulan yang lalu, diadakan arisan alumni teman sekelas SMK di rumah teman saya yang berlokasi di Kalibawang, Kulon Progo. Setelah selesai acara arisan kami pun berjalan-jalan di lokasi wisata yang tak jauh dari rumah teman saya. Kalau di Jakarta ada Ancol di Kalibawang juga ada Ancol, tetapi di Kalibawang ini obyek wisatanya berupa bendungan irigasi.

Bendungan Ancol Kalibawang
Berlokasi di Dusun Pantog Wetan, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Bendungan Ancol dibangun pada masa penjajahan Jepang, antara tahun 1942 - 1945 atas gagasan dari Sri Sultan HB IX. 





Bendungan Ancol merupakan hulu dari Selokan Mataram, bendungan ini berfungsi sebagai pengatur debit air yang mengalir untuk irigasi lahan pertanian di wilayah Yogyakarta. Namun, saat ini lokasi ini juga menjadi salah satu tempat hunting foto para netizen. Karena bukan tempat wisata jadi tidak banyak fasilitas yang terdapat disini, bahkan masuk ke lokasi ini gratis. Rata-rata pengunjung kesini hanya sekedar melihat-lihat, foto-foto bahkan bagi yang hobby memancing bisa juga memancing di sini lho.




Setelah cukup melihat-lihat dan berfoto kami melanjutkan ke destinasi berikutnya, yaitu Embung Mini Banjaroya. 



Embung Waduk Mini Banjaroya Kalibawang
Berlokasi di Desa Wisata Banjaroya, desa wisata ini terletak di Jl. Sentolo - Muntilan, Kecamatan Kalibawang. Embung Waduk Mini Banjaroya berada di atas bukit, dari atas bukit ini kita bisa menikmati pemandangan sekitarnya, bahkan kalau cuaca cerah bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan daerah Muntilan.






Di sekitar embung ini juga terdapat beberapa gazebo yang dapat anda gunakan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di sekitar.




Embung Banjaroya berfungsi untuk mengairi kebun durian Menoreh yang berada di sekitarnya. Tak heran jika di bagian depan embung ini terdapat icon durian Menoreh Kuning yang besar banget.




Di area embung Banjaroya ini juga terdapat pohon Durian Menoreh Kuning yang ditanam oleh Sri Sultan HB X.



Di embung ini juga dipelihara ikan nila (kalau tak salah), bagi Anda yang ingin memberi makan ikan bisa beli pakan ikan disini, harga sekitar 2 ribu rupiah.



Di sekitar Embung Banjaroya ini juga terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman.  

Selain Bendungan Ancol dan Embung Banjaroya, Desa Banjaroya ini juga memiliki beberapa obyek wisata antara lain :
1. Goa Maria Lourdes Sendangsono
2. Makam Kyai Krapyaktsani
3. Sendang Welas Asih
4. Kampung Banjaran 
5. Agro Durian Menoreh (Festival Durian Menoreh)

Berhubung waktu kami terbatas, jadi kami hanya mengunjungi dua destinasi wisata saja, semoga lain waktu bisa mengexplore obyek wisata lainnya. 

Berikut ini adalah peta wisata di Kalibawang, mungkin bisa jadi referensi untuk teman-teman semua. 





Menjemput Senja Di Wisata Mangrove Pasir Mendit Kulonprogo

Berawal dari melihat postingan foto netizen di wisata mangrove yang berlokasi di Kulonprogo, saya sebagai anak yang pernah lahir dan besar di Kulonprogo pun ingin melihat lokasinya. Selama ini memang saya tidak pernah tahu kalau di Kulonprogo ada hutan mangrove. 

Sebelum habis liburan Idul Fitri di Kulonprogo saya sempatkan untuk mengunjungi kawasan wisata ini. Kawasan wisata mangrove ini berlokasi di Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kulonprog, Yogyakarta. Sekitar jam 4 sore saya berangkat menuju ke lokasi dengan mengendarai motor, waktu tempuh sekitar 30 menit dari rumah saya yang berada di bagian timur desa Giripeni. Karena masih dalam suasana liburan Idul Fitri lalu lintas lumayan padat, bahkan sempat terjadi kemacetan lumayan panjang menjelang lampu merah jembatan Glagah. 



Sambil macet-macetan bisa lah foto-foto dikit jembatan Glagah..



Selepas dari jembatan Glagah, disepanjang jalan dekat area yang sedianya akan dibuat bandara baru Yogyakarta berjajar papan kecil maupun besar yang bertuliskan protes warga sekitar akan pembangunan bandara tersebut. Diantaranya seperti berikut ini.






Kemudian kita akan melewati jembatan Congot, jembatan ini memiliki dua jembatan yang tiap jembatan mempunyai konstruksi yang berbeda, yang sebelah kiri dengan penutup dari besi baja, sementara yang kanan tanpa penutup dan berpagar tembok dengan hiasan berbentuk kuncup bunga melati di atasnya.  





Sekitar 1 km dari jembatan Congot, kita akan menemukan petunjuk arah untuk menuju ke kawasan wisata mangrove wanatirta. Dari sini belok ke kiri ikuti saja petunjuk arahnya.



Begitu sampai di lokasi yang terdapat banner seperti diatas maka kita tinggal pilih mau ke destinasi yang mana, kalau belok kiri arah menuju pantai Kadilangu terdapat: jembatan penyeberangan, hutan mangrove, rumah panggung dan muara sungai Bogowonto. Kalau memilih belok kanan terdapat: jembatan Api-api, Maju Lestari dan Wana Tirta. 

Untuk area mangrove Jembata Api-api, Maju Lestari ataupun Wana Tirta dikelola oleh kelompok yang berbeda jadi tiap pintu masuk dikenakan biaya yang berbeda, range harga antara tiga - empat ribu rupiah per orang, untuk parkir motor dua ribu rupiah, parkir mobil lima ribu rupiah, parkir bus/truk sepuluh ribu rupiah. Saya berhenti di area paling ujung yaitu Wana Tirta, di lokasi ini juga terdapat goa Mangrove yang sebetulnya menurut saya lebih cocok disebut terowongan mangrove sih. hehehe...

Berikut beberapa foto di area mangrove Wana Tirta:






Dari jembatan mangrove, saya berjalan menuju ke lokasi Goa Mangrove, penasaran juga seperti apa sih goa mangrovenya. Saya berlajan mengikuti petunjuk arah yang menuju ke Goa Mangrove tapi saya berhenti sebentar untuk berfoto di lokasi simpul belajar mangrove, disini terdapat beberapa pohon cemara cantik yang sayang untuk dilewatkan. 





Mengikuti pentunjuk arah, akhirnya saya menumakan Goa Mangrove Wana Tirta...yeayyy


Kalo biasanya goa lebih sering ditemui berupa terowongan dengan dinding batu, maka goa mangrove ini ya bentuknya terowongan dari kumpulan pohon mangrove di kiri-kanannya.




Di area goa mangrove ini juga terdapat dua gazebo bercat warna pink.



Setelah dirasa cukup berfoto-foto, kemudian saya menuju ke area mangrove Maju Lestari, disini kita beli tiket masuk lagi dan bayar parkir lagi ya karena sudah beda pengelolanya.


Di area mangrove Maju Lestari ini terdapat beberapa spot foto yang dilengkapi dengan aneka properti foto seperti berikut ini. Dan terdapat beberapa sign board yang agak nyeleneh gitu dech...hehehe..








Gagal paham dengan papan bertuliskan GDL itu :)


Jembatan Api-api sebagai background foto :)








Di lokasi wisata mangrove ini juga terdapat warung-warung makan, jadi ga perlu khawatir kalo mau makan minum.



Berikut foto denah lokasi mangrove Wana Titra. Ada kontak personnya juga tuch..kalo nyasar mungkin bisa tanya-tanya. hehehe..
*walaupun nama belakangnya pake Suwito tapi kami ga ada hubungan keluarga lho ya...hahaha..

Hari sudah menjelang senja, sudah saatnya pulang...saya pun meninggalkan area mangrove sekitar jam 5.40 sore. Hari mulai gelap euy...sereeem...hihihi...

Dalam perjalanan pulang saya singgah sebentar ke warung pinggir jalan di sebelah barat pasar bendungan untuk beli makanan khas Kulonprogo yaitu gebleg dan mendoan tempe koro. Beli lima ribu aja dapat banyak lho, ini yang saya foto sisanya aja. 

Sebenernya saya lebih suka gebleg generasi terdahulu, yang berbentuk lingkaran disusun masing-masing enam lingkaran. Gebleg generasi terdahulu teksturnya lebih padat, campuran antara pati singkong dan tepung dari singkong yang direndam walaupun rasa dan baunya jadi agak kecut. hehehe...
Saat ini gebleg lebih banyak pati singkongnya jadi kalau dingin agak alot kalo dimakan.