Berbagi info dan tips wisata dalam dan luar negeri. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua ^_^
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

Suatu senja di Danau Beratan Bali


Lewat tengah hari kami sudah berangkat dari Pulau Menjangan untuk kembali menuju kawasan Kuta. Dalam perjalanan kami menyempatkan singgah sejenak di Danau Beratan. Hari sudah senja ketika kami sampai di kawasan ini sehingga tidak cukup waktu untuk mengeksplore kawasan ini. 




Danau Beratan terletak di kawasan Bedugul, Desa Candi kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Danau ini terletak di bagian paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar. 


Malam sebelumnya kami sempat singgah sebentar di kawasan danau ini, untuk berhenti makan malam setelah kami melalui kemacetan yang cukup lama dikarenakan tengah ada acara adat semacam peringatan hari dibangunnya pura besar di kawasan Tabanan. Karena suasana sudah gelap jadi kami tidak dapat menikmati keindahan danau ini.

Oh ya, danau Bratan terbilang cukup istimewa karena berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar - Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya.
Pura Ulun Danu
Di tengah danau Beratan terdapat sebuah pura yaitu Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Dibagian lain danau ini juga terdapat fasilitas seperti sepeda air yang dapat anda sewa untuk menikmati suasana danau ini.


Sayang sekali kami datang di saat yang kurang tepat, jadi tidak bisa menikmati keindahan kawasan danau Bratan dengan maksimal.  Suatu saat nanti kami harus kembali lagi kesini untuk menikmati keindahan kawasan ini, karena sekilas terlihat suasana disini sangat sejuk dan nyaman untuk sejenak menyepi dari hiruk pikuknya kota. 

Berikut foto beberapa sudut Danau Beratan.




Hari sudah mulai senja, lampu penerangan sudah menyala

Menikmati keindahan Pulau Menjangan Bali

Setelah pagi hari menikmati Dolphin Tour di Pantai Lovina akhirnya kami melanjutkan wisata ke daerah Bali Barat, yaitu ke Pulau Menjangan. Perjalan sekitar 1 jam beberapa waktu melewati jalan yang berada di tepi pantai. Indah pemandangan di sepanjang jalan yang kami lalui, bahkan dari balik jendela bus kami melihat perkebunan anggur Bali. Ketika melalui perkampungan kami melihat ada arak-arakan penduduk, dan ternyata itu adalah arak-arakan yang membawa jenazah warga yang meninggal dunia. Belum pernah saya melihat adat yang seperti ini. Bahkan terlihat beberapa turis asing mengabadikan prosesi ini.

Awalnya ini dikira karnaval, ternyata ada yg meninggal 

Arak-arakan membawa jenazah

Anak dari  Almarhumah duduk diatas peti yang diarak

Akhirnya kami sampai juga di ticket point untuk menuju ke Pulau Menjangan. Pulau Menjangan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat dan semua kehidupan di Pulau Menjangan dilindungi, tidak diperkenankan memancing, mencari karang, ataupun berburu binatang disini. Keindahan alam bawah lautnya begitu indah dan menarik para penyelam tingkat dunia, maka tak heran jika tempat ini dinobatkan sebagai salah satu spot menyelam terbaik di dunia. Bayangkaaan....tingkat dunia lhoo..hebat banget yaa.

Board promo Bali Wild Life  Sanctuary di tepi dermaga Labuhan Lalang

Bagi anda yang tidak memiliki sertifikat menyelam, Anda tetap dapat menikamati keindahan laut dengan cara snorkeling. Peralatan snorkeling disewakan di ticket point, dan Anda akan diberikan briefing tentang tata cara snorkeling  sebelum anda menyeberang ke Pulau Menjangan. Namun, bagi Anda yang tidak memilih aktifitas diving ataupun snorkeling anda tetap dapat menikmati keindahan pulau Menjangan koq.

Setelah selesai briefing peserta berkumpul menuju dermaga labuhan Lalang, untuk menumpang kapal motor untuk menyeberang menuju Pulau Menjangan. Setiap kapal motor berisi sekitar 10 orang, setelah penumpang lengkap akhirnya kami siap berangkat menuju ke Pulau Menjangan. Siang itu cuaca sangat bagus, meskipun agak panas sih. Setelah sekitar 30 menit, akhirnya kami sampai di Pulau Menjangan, ternyata lumayan ramai kunjungan wisatawan ke kawasan ini. Buktinya kapal motor kami cukup kerepotan mencari space untuk bersandar, akhirnya kami harus melompat dari perahu satu ke perahu lainnya untuk mendarat di dermaga. 

Dermaga Labuan, menunggu kapal ke Pulau Menjangan...panas teriiikk

Air laut cukup tenang dalam perjalanan menuju P. Menjangan

Keindahan laut P. Menjangan dari permukaan, apalagi di dalam lautnya...pasti keren banget

Bagi Anda yang tidak memilih diving ataupun snorkeling jangan khawatir, Anda tetap dapat menikmati keindahan pulau Menjangan dengan berjalan-jalan di daratan pulau ini. Pulau Menjangan merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni dengan luas sekitar 175 hektar yang terdiri dari karang batu-batuan vulkanik serta  tanah vulkanik hitam.Sesuai dengan namanya, dipulau ini juga terdapat menjangan (Cervus Timorensis) jika anda sedang beruntung ada dapat menemukan menjangan ini berada diantara semak-semak.

Bersiap menikmati alam P. Menjangan

Telah melewati palinggih pertama...menuju ke pelinggih berikutnya yuk

Menyusuri jalan setapak, sambil ngemil :)

Oke juga nich kalo berpose dengan background lautnya...

Akhirnya...menemukan menjangan penghuni pulau ini di balik semak-semak
Walaupun pulau ini tidak berpenghuni tetapi di pulau ini terdapat tempat peribadatan umat Hindu yaitu Pura Segara Giri Dharma Kencana. Disini terdapat beberapa tahapan tempat ibadah, Anda dapat melihat-lihat pura-pura tersebut dengan mengikuti jalan setapak yang terdapat beberapa meter dari dermaga.  Menyusuri jalan setapak dari dermaga akan ada tangga mendaki, disini terdapat tempat yang disebut pelinggih, umat Hindu umumnya memulai tahap ibadah dari palinggih pertama ini. 

Kemudian melanjutkan berjalan lagi menyusuri jalan setapak akan bertemu dengan palinggih-palinggih berikutnya, ada sekitar 7 palinggih. Diantaranya adalah:

1. Pura Taman/Beji
2. Pasraman Agung Brahma Ireng / Ratu Patih Lingsir Kebo Iwa
3. Pagoda Agung Dewi Kwan Im / Dewi Kemakmuran
4. Pendopo Ida Bethara Lingsir Dalem Gajah Mada / Hyang Wisnu Murti
5. Pura Sang Hyang Siwa Pasupati
6. Palinggih Ida Bethara Lingsir Watu Renggong
7. Palinggih Sang Hyang Ganesha

Pasraman Agung Brahma Ireng

Pagoda Agung Dewi Kwan Im

Palinggih Ida Bethara Lingsir Watu Renggong

Palinggih Sang Hyang Ganesha

Dari kejauhan  Hyang Ganesha ini tampak seperti gerbang/pelindung P. Menjangan dibagian utara
.

Setelah puas berjalan-jalan di sekitar pura yang berada di Pulau Menjangan, akhirnya kami turun menuju dermaga. Menunggu peserta lain yang sedang snorkeling selesai untuk melanjutkan perjalanan menuju Danau Bedugul.

Menunggu peserta lain yg masih snorkeling


Perahu motor yg siap membawa peserta kembali ke Labuhan Lalang
Perahu yg membawa peserta snorkeling/diving di sebelah utara P. Menjangan

Memburu Penampakan Lumba-lumba di Lovina

Setelah beberapa lama tidak berkunjung ke Bali, akhirnya di bulan Juni 2013 kami berkesempatan wisata ke Bali. Kali ini kami datang bersama rombongon dari keluarga besar SDK Penabur Gading Serpong sebanyak 42 orang. 

Berbeda dari trip-trip ke Bali sebelumnya yang lebih banyak mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali selatan, kali ini trip kami bertambah dengan tujuan ke Pantai Lovina dan Pulau Menjangan. Disini saya ingin berbagi pengalaman tour kami di Pantai Lovina yaitu Dolphin Tour.  

Bagi anda yang tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya mungkin sudah tak asing lagi jika anda bisa menikmati show lumba-lumba di Gelanggang Samudera atau di tempat lainnya. Tapi Dolphin Tour kali ini berbeda, tak hanya sekedar melihat lumba-lumba saja tapi ada nilai tambah lainnya.

Kami menginap di hotel Aditya Lovina, suasana hotel sangat nyaman dan hotel ini terletak tepat di tepi Pantai Lovina. Sekedar info, tiket Dolphin Tour bisa dibeli di hotel ini juga lho. Jam 5 pagi kami harus berkumpul di lobby hotel untuk menunggu jadwal keberangkatan Dolphin tour. Setelah peserta lengkap, kami diarahkan untuk menuju ke pantai yang berada di belakang hotel. Disana puluhan perahu motor ukuran kecil sudah menunggu kami dan siap untuk membawa kami untuk Dolphin tour. Dengan teratur peserta menuju perahu masing-masing. Oh ya, setiap perahu hanya untuk kapasitas 4 penumpang saja lho, karena perahu yang digunakan perahu dengan motor kecil. Kenapa yang digunakan perahu motor ukuran kecil? Menurut bapak pengelola, ini untuk menghindari suara bising yang menyebabkan lumba-lumba tersebut tidak muncul ke permukaan. 

Persiapan Dolphine Tour di awal pagi...masih gelaaapp

Oke, setelah penumpang menduduki tempat duduk di perahu masing-masing, motor perahu dihidupkan dan kita bersiap mengarungi pantai Lovina. Perlahan perahu bergeark dan yang lebih menakjubkan, sembari menuju ke arah tengah kita menikmati pemandangan yang indah, SUN RISE yang menawan. 

Menikmati sun rise di Pantai Lovina
Setelah beberapa puluh menit perahu bergerak kesana kesini, terkadang perahu bergerak lebih cepat sehingga air laut memercik ke wajah, bahkan sampai celana jeans saya kebasahan. Hampir 40 menit sudah perahu bergerak, tapi kami tak kunjung melihat penampakan lumba-lumba yang kita tunggu. Sempat terbersit rasa kecewa dan putus asa juga sih. 

Perahu kecil yg dipakai utk Dolphin tour

Perahu-perahu berkonvoi untuk memburu penampakan lumba-lumba

Tapiii...akhirnya ada perahu lain yang berteriak...lumba-lumbaaaaa. Langsung semua perahu bergerak menuju lumba-lumba tersebut. Wah, seru banget sensasi mengejar-ngejar ikan lumba-lumba ini. Wooowww...muncul beberapa ekor ikan lumba-lumba melompat-lompat di depan mata kami. Wah seruuu bangett....puaaass. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga :) 


Akhirnya, yg ditunggu-tunggu muncul juga

Setelah penampakan pertama, ada sekitar 3 kali penampakan ikan lumba-lumba berikutnya. Akhirnya rasa kecewa dan putus asa atas pencarian selama 40 menit lalu terbayar sudah. Beberapa perahu lainnya masih sibuk kesana kemari memburu penampakan lumba-lumba, tetapi penumpang perahu kami sudah cukup puas dengan menyaksikan 3-4 kali penampakan lumba-lumba, jadi kami memutuskan untuk menepi.

Akhirnya kami kembali menepi di tepi pantai Lovina, tepat dibelakang hotel tempat kami menginap, naah disini sudah menunggu beberapa pedagang souvenier khas Lovina, seperti patung lumba-lumba, cincin, gelang, kalung dari mutiara. Dan sayaa...memilih untuk membeli gelang mutiara berhiaskan icon lumba-lumba.

Demikian pengalaman kami memburu penampakan lumba-lumba di Lovina...seruu dan memacu adrenalin. Anda harus datang ke Lovina untuk menikmati sensasi seru Dolphin Tour. 

Bali Tour

Apa yang kita bayangkan ketika mendengar tentang Bali?  Ya, kultur dan keindahan alam yang menawan tentunya.  Sebuah pulau yang cantik yang membuat kita selalu rindu untuk kembali berkunjung. Ketika pesawat mulai  mendarat di bandara Ngurah Rai kita sudah disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik, yaitu lautan dengan ombak putih yang berkejaran. Amazing, welcome greeting…


Obyek wisata yang dapat kita kunjungi di Pulau Bali adalah:

Tanjung Benoa
Rest Area @Tj Benoa
Tanjung Benoa berjarak sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai, disepanjang pantai Tanjung Benoa ini terdapat beberapa Hotel dan Resort. Salah satunya adalah Peninsula Beach Resort, hotel yang halamannya menyatu dengan kawasan pantai Tanjung Benoa, jadi anda tak perlu berjalan jauh untuk dapat menikmati pantai. Selain itu Tanjung Benoa juga salah satu pusat water sport di Bali. Water sport yang ditawarkan antara lain: Banana Boat, Flying Fish, Parasailing, Jet Sky, Diving. Paket ini bisa dibeli di lokasi ataupun juga memesan melalui tour agent yang biasanya ada di dekat hotel tempat kita menginap.  Di tanjung benoa ini juga terdapat beberapa pulau kecil yang bisa kita kunjungi, salah satunya Pulau Penyu.


Parasailing @Tanjung Benoa













Pulau Penyu
@Pulau Penyu
Perjalanan ke pulau Penyu sekitar 15 menit dengan perahu motor. Biasanya tiap perahu sudah memiliki bottom glass, sehingga kita bisa melihat pemandangan bahkan ikan-ikan yang berada di dalam air. Amazing…kita juga bisa member makan ikan-ikan ini dengan serpihan roti tawar. Ikan-ikan akan berebutan serpihan-serpihan roti ini. Setelah sampai di pulau Penyu, kita bisa jalan mengelilingi pulau ini dan melihat beberapa satwa yang dikoleksi di pulau ini, antara lain: penyu hijau raksasa, ular, berbagai jenis burung, komodo, kelelawar, bahkan monyet juga ada. Jangan lupa untuk ambil gambar dengan satwa-satwa ini yaa..

Setelah selesai berkeliling, kita bisa beristirahat dan menikmati minuman dingin, bisa juga kita menikmati kelapa hijau…ooow..segarnya. Untuk mengunjungi pulau Penyu ini tidak dikenakan biaya, kecuali biaya sewa kapalnya. Tetapi disini tersedia Charity Box/kotak amal, jadi kita dapat ikut menyumbang untuk pemeliharaan pulau ini khususnya satwa-satwa yang berada di pulau Penyu ini.


@Pulau Penyu

New - 2013


Garuda Wisnu Kencana Cultural Park
Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park merupakan sebuah taman wisata di Unggasan Jimbaran Bali dengan  Patung GWK (Garuda Wisnu Kencana).  Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat di kisah Garuda & Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.

Patung GWK ini adalah patung replika Dewa Wisnu yang menunggangi kendaraan bernama Garuda setinggi 12 m, karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut. 
Patung ini diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. 



Patung Wisnu di Plaza Wisnu

Berpose di depan patung Garuda Raksasa
Stone Block di kawasan GWK


Pura Luhur Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu
Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.
Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.[1]

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.
Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.[2]
Salah satu monyet liar di Uluwatu
Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik.

Tips: saat mengunjungi pura ini hati-hati dengan barang-barang anda, seperti kacamata, dompet, ataupun makanan kecil. Karena disini terdapat monyet-monyet liar yang mungkin dengan tiba-tiba akan menyambar barang bawaan anda. Hehehe….




Pantai Dreamland
Dreamland
Pantai Dreamland adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

Asal nama Dreamland.
Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan obyek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian).


Pura Tirta Empul dan Istana Tampak Siring
Jembatan Lengkungan 
Tirta Empul - Tampaksiring , terletak di desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, Bali . Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu tampak (yang bermakna 'telapak ') dan siring (yang bermakna 'miring'). Menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas telapak kaki seorang Raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, tetapi bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Sebagai akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan balatentaranya untuk menghacurkannya. Namun, Mayadenawa berlari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap agar para pengejarnya tidak mengenali bahwa jejak yang ditinggalkannya itu adalah jejak manusia, yaitu jejak Mayadenawa.

Usaha Mayadenawa gagal. Akhirnya ia ditangkap oleh para pengejarnya. Namun, sebelum itu, dengan sisa-sisa kesaktiannya ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menyebabkan banyak kematian bagi para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air ciptannya itu. Batara Indra pun menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut. Air Penawar racun itu diberi nama Tirta Empul (yang bermakna 'airsuci'). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa denagn berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.

Pura Tirta Empul

Tirta Empul
 Menurut riwayatnya, disalah satu sudut kawasan Istana Tampaksiring, menghadap kolam Tirta Empul di kaki bukit, dulu pernah ada bangunan peristirahatan milik Kerajaan Gianyar. Di atas lahan itulah sekarang berdiri Wisma Merdeka , yaitu bagian dari Istana Tampaksiring yang pertama kali dibangun.
Istana Kepresidenan Tampaksiring berdiri atas prakarsa Presiden I Republik Indonesia, Soekarno, sehingga dapat dikatakan Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya istana yang dibangun pada masa pemerintahan Indonesia, sedangkan kelima Istana lainnya di Indonesiadi bangun sejak jaman kolonialisme Belanda. 
Istana Tampak Siring

Pembangunan istana dimulai taun 1957 hingga tahun 1960. Namun, dalam rangka menyongsong kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV) yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Oktober 2003, Istana Tampaksiring menambahkan bangunan baru berikut fasilitas - fasilitasnya, yaitu gedung untuk Konferensi dan untuk resepsi. Selain itu, istana juga merenovasi Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian.





Kintamani
Pemandangan dari beranda Restaurant @kintamani
Obyek Wisata Kawasan Batur terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Dari Penelokan kita bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan. kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia. Di kawasan ini juga terdapat museum kegunungapian yang berisi sejarah tentang gunung Batur.

Disini anda juga bisa menikmati makan siang di salah satu restaurant sembari menikmati indahnya pemandangan gunung Batur dan danau Batur. Menu restaurant bervariasi bahkan tersedia paket buffet.


salah satu sudut restoran di Kintamani

Gunung Batur

Danau Batur








































UBUD
Ubud adalah sebuah tempat peristirahatan di daerah kabupaten Gianyar, pulau Bali, Indonesia.
Ubud terutama terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang-jurang gunung yang membuat alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian.  Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa. 

Tempat wisata yang terdapat di Ubud antara lain:
·         Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery
·         Museum Puri Lukisan
·         Museum Antonio Blanco
·         Puri Agung Ubud
·         Wanara wana atau Monkey Forest
·         Arung Jeram
·         Resort, Hotel & Spa
·         Pasar Ubud

Terasiring di Ubud













Monkey Forest.
Obyek wisata Monkey Forest terletak di Desa Pakraman Padangtegal, Kelurahan Ubud. Monkey Forest yang merupakan kawasan wisata yang obyeknya adalah kera-kera dengan sejumlah pola perilaku kehidupannya dengan dukungan alam berupa kawasan hutan yang alami dengan penuh suasana religius.

Monkey Forest - Ubud
Obyek wisata Monkey Forest mempunyai luas areal sektar 10 hektar. Kawasan wisata Monkey Forest yang telah mendunia seakan menutupi sedemikian banyak hal-hal yang ada di sekitarnya. Obyek wisata Monkey Forest yang juga disebut sebagai Mandala Wisata Wanara Wana merupakan kawasan yang sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Adat Padangtegal. Bahkan, obyek wisata ini tak dapat dipisahkan dari Desa Pakraman Padangtegal. Alasan ini muncul dengan adanya hubungan emosional, di mana kawasan obyek tersebut merupakan tempat Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal yakni Pura Dalem Agung.

Monkey Forest selain sebagai obyek wisata juga merupakan pusat penelitian dan konservasi. Kera-kera yang ada di tempat tersebut bukan saja sebagai tontonan dari pengunjung yang datang. Selain sebagai komponen penting dalam spiritual dan kehidupan masyarakat setempat, keberadaannya juga sebagai tempat penelitian dari lembaga-lembag riset seluruh dunia.

Dari hasil riset yang pernah dilakukan, kera-kera yang ada ini seringkali tinggal berpindah tempat. Mereka dalam kehidupannya mempunyai grup tersendiri. Di antara mereka ada ketua kelompoknya, ketua kelompok ini selalu diikuti oleh pengikutnya dari bangsa kera itu sendiri. Kera Bali sendiri berada di tengah-tengah grup yang sebagian besar terdiri atas betina (matrilines). Sedangkan untuk kera jantan biasanya berpindah tempat.

Tips: Berhati-hatilah di kawasan ini, karena monyet-monyet di kawasan ini masih liar. Bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Seperti pada gambar di bawah ini. hiiii...sereeem..


Pasar Ubud
Di Pasar Ubud tokonya bertungkat 3  toko yg dipenuhi oleh aneka jenis tas tradisionil dari seluruh pelosok Bali, baik itu anyaman hingga motif kain dan oleh oleh Bali lainnya. Didalam toko ini bisa didapatkan semua jenis tas anyaman dari berbagai bahan alami dengan desain dan warna menarik. Harga jual disini tidak ada fixed price, semua boleh ditawar dengan bebas. Buat kalian yg menyempatkan pergi ke Ubud, ada baiknya mampir ke pasar inpres ini, dan mencari toko tas ini. Layak dilihat mengingat koleksinya bisa ratusan item yg berbeda bentuk dan jenis bahan baku.
Pasar Ubud

Dari pusat pertokoan yang serbamahal, Anda bisa menemukan pasar tradisional di ujung Jalan Wanara Wana, atau tepatnya di Jalan Raya Ubud. Pasar Ubud ini merupakan alternatif bagi Anda yang ingin membeli oleh-oleh dengan harga terjangkau.

Pasar letaknya di pusat kota Ubud, anda bisa jalan jalan untuk belanja oleh oleh Bali.
Hampir semua aspirasi hasil seni masyarakat Ubud ini dijual di artshop-artshop lokal ataupun di salurkan ke pasar Ubud. Belanja ke pasar Ubud memerlukan trik tersendiri. 


Di bawah ini shopping tips untuk belanja di Pasar Ubud.
  1. Dapatkan discount sampai 70 % atau tawar pertama  dengan discount 70 % dan Cari perbandingan di beberapa tempat, sehingga kita bisa yakin berapa harga pasaran dan bisa memutuskan ke toko yang mana akan pergi menawar.
  2. Biasanya tamu lebih berani tawar menawar. Tidak ada ruginya ketika pertama menjejakkan kaki di pulau Bali kita mempelajari sedikit bahasa lokal, dan ketika menawar mulai keluarkan resep bahasa lokal yang kita ketahui. Biasanya orang Bali akan begitu senang ketika ada orang luar Bali yang berbicara bahasa Bali dan mereka akan merasa dekat dan berdampak ke psikologis dengan memberikan harga yang lebih murah atau setidaknya bisa lebih fleksibel.
  3. Anda akan merasa senang / puas setelah dapat  menawar.
Selamat menawar yaaa...^_^

Pasar Sukawati
Pasar Sukawati merupakan sebuah pasar yang sangat terkenal di Bali. Di pasar Sukawati menyediakan pakaian-pakaian seperti Batik khas bali, selain batik khas bali juga tersedia berbagai macam baju-baju serta celana pendek harga miring yang akan cocok dipakai di pantai. Dan juga ada beberapa kaos yang bercorak Bali. Semua barang-barang disini bisa ditawar, dan sebagai tipsnya harganya bisa sepertiga dari harga pertama yang ditawarkan oleh penjualnya.

Pasar Sukowati
Dan untuk melancarkan tawarannya, sebaiknya datang ke pasar ini ketika pagi sekitar jam 8-10 karena para penjualnya baru selesai sembahyang dan mereka menggap jika jualan mereka berhasil di pagi tersebut akan mendatangkan kelarisan untuk jam-jam selanjutnya.

Selain pakaian-pakaian murah, di pasar ini juga terkenal dengan barang-barang seni seperti lukisan dari berbagai aliran lukisan. Juga ada berbagai model tas.




Tanah Lot
Objek wisata Tanah Lot  terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan, Bali. Keistimewaan dari Tanah Lot adalah terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung) yang bila air laut sedang pasang maka pura Tanah Lot akan terpisah dengan daratan pinggir pantai.

Pura Tanah Lot
Tanah Lot menjadi salah satu objek wisata wajib bagi turis mancanegara. Keindahan di tempat lokasi ini sudah tidak diragukan lagi. Terlebih, bila sedang ada upacara adat maka biasanya Tanah Lot akan dikunjungi banyak wisatawan karena mereka bisa melihat langsung proses upacara adat  yang bagi mereka sangat unik ini.

Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.

Tanah Lot di sore hari...air laut sedang surut..
Pura Batu Bolong
menanti sun set di pura batu bolong - Tanah Lot

Menikmati sun set walaupun tetutup awan


Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula.  Bandara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak 
jauh dari Kuta.
Pantai Kuta
 Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta. Tak jauh dari pantai Kuta, dengan  menyusuri pantai kita bisa berjalan menuju salah satu mall besar di Bali, yaitu Bali Discovery Mall.

Discovery Mall - Kuta
Discovery Mal - Kuta